Berpegang Pada Weda, Masyarakat Hindu Mampu Bersaing Secara Global

Senin, 10 Oktober 2016 | 07:05 WITA

Berpegang Pada Weda, Masyarakat Hindu Mampu Bersaing Secara Global

bbn/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   

Beritabali.com, Denpasar.  Kitab suci Weda, merupakan sumber ilmu pengetahuan yang sudah berusia ribuan tahun, dan sudah dipercaya sebagai acuan hidup oleh masyarakat. Dari weda pernah muncul peradaban agung yang peninggalannya masih bisa dirasakan hingga sekarang. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kebenaran Weda dipegang sebagai acuan hidup agar bisa keluar dari kegelapan, dan mencapai kemakmuran. 
 
Demikian pengantar Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat mengahadiri acara 4th World Hindu Wisdom Meet yang digelar oleh World Hindu Parisad di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Minggu (9/10). 
 
Lebih dari itu, ajaran Weda di Bali sudah seharusnya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dan hal inilah yang kemudian membawa Bali menjadi seperti sekarang dan tetap diperhitungkan di kancah global. 
 
"Kami di Bali tidak punya SDA melimpah, yang menjadikan Bali seperti sekarang adalah SDM yang berkualitas, dan itu tidak terlepas dari pengaruh Weda sebagai sumber segala pengetahuan yang dijadikan acuan sehari-hari oleh masyarakat kita," ujarnya.
 
Orang nomor satu di Bali ini juga menyampaikan rasa optimisnya jika masyarakat Hindu bisa bersaing secara global karena Weda lah yang membentuk karakter manusia yang berkualitas dan diperhitungkan hingga manca negara. 
 
Dalam acara yang turut juga dihadiri oleh tokoh spiritual seperti Anand Krisna, Konsul Jenderal India untuk Bali R.O Sunil Babu, Sekda Prov Bali Cok Ngurah Pemayun, Senator Arya Wedakarna, para rohaniawan serta tokoh masyarakat, Pastika menyatakan apresiasi yang sangat tinggi atas terpilihnya Bali sekali lagi untuk menyelenggarakan perhelatan ini. 
 
Kepada segenap hadirin dan partisipan, Ia menyatakan keinginannya untuk menjadikan Bali sebagai pusat Hindu dunia. Hal itu tidak terlepas dari keunikan masyarakat Bali yang hidup dengan memadukan budaya serta agama dengan sangat apik dalam kehidupan sehari-hari, serta dilengkapi dengan sikap toleransi yang sudah terbukti. 
 
Dalam penutupannya, Pastika menyatakan akan selalu memberikan dukungan penuh akan keberadaan World Hindu Parisad dalam kapasitasnya sebagai pribadi maupun Gubernur Bali. "Saya akan terus support, dan berharap keberadaan organisasi ini juga bisa menyebarkan pengetahuan kepada seluruh masyarakat Hindu di dunia," pungkasnya.
 
Sementara itu Presiden World Hindu Parisad Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa menyatakan bahwa acara ini sudah berlangsung untuk keempat kalinya. Dan Bali sekali lagi dipilih sebagai tuan rumah karena selain mendunia, juga dianggap sudah merepresentasikan ajaran Weda dengan baik oleh masyarakatnya. 
 
Ke depan pihaknya berharap agar bisa terus menyebarkan pengetahuan yang bersumber dari Weda kepada anak cucu generasi mendatang. Selain itu, pihaknya juga ingin kelak dapat disusun kurikulum tentang budi pakerti yang bersumber dari Weda yang bertujuan membangun generasi yang berkualitas untuk bangsa dan dunia.
 
Sebelumnya Ketua World Hindu Parisad Ir. I Made Amir, A. Ht, menyatakan jika acara kali ini bertemakan "Hindu Contribution For Wolrd's Culture and Science" juga dihadiri oleh rohaniawan, tokoh spiritual dan masyarakat dari Bali, Indonesia bahkan mancanegara. Acara ini juga diisi dengan seminar yang mendatangkan para pembicara Svami Paramananda Sarasvati Paramaradj, Prof SK Oja dari Mumbay University serta Bapak Ngakan Putra. Pihaknya juga berharap melalui acara ini bisa memperkuat jaringan antar masyarakat Hindu di seluruh dunia, serta mempererat persaudaraan untuk mencapai perdamaian dunia.[bbn/rls/psk]


Senin, 10 Oktober 2016 | 07:05 WITA


TAGS: pemprov propinsi bali



Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya: