News

17 Perusahaan Indonesia Jadi Korban Ransomware di 2021-2022

 Kamis, 19 Mei 2022, 20:05 WITA

bbn/Suara.com/17 Perusahaan Indonesia Jadi Korban Ransomware di 2021-2022

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Nasional. 

Perusahaan keamanan siber Group-IB mengungkapkan bahwa ada 17 perusahaan Indonesia yang menjadi korban ransomware di periode 2021- 2022.

Indonesia, dalam Buku Panduan Ransomware Tahunan Group-IB, masuk dalam 10 negara dengan korban ransomware terbesar di Asia Pasifik di periode kuartal I 2021 - kuartal I 2022.

Dalam daftar itu, Indonesia berada di urutan delapan dengan jumlah perusahaan yang menjadi korban serangan siber ransomware berjumlah 17, sama dengan Singapura di urutan sembilan dan Malaysia di urutan 10 dengan jumlah korban sebanyak 14.

Di urutan pertama ada Australia (68), diikuti oleh India (48), Jepang (32), China (30), Taiwan (22 ), Hong Kong (20), dan Thailand (19).

Asia Pasifik sendiri adalah kawasan ketiga di dunia yang paling sering menjadi sasaran ransomware setelah Amerika Utara dan Eropa berdasarkan analisis data korban yang diposting di situs khusus tempat data-data hasil rampasan geng ransomware diunggah (DLS). Ada 335 perusahaan dari Asia Pasifik yang data-datanya telah diumbar di DLS.

"Antara Q1 2021 dan Q1 2022, informasi milik 17 perusahaan Indonesia telah diposting di DLS," beber Group-IB dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (19/5/2022).


Halaman :





Trending