Opini

Rumput Laut, Sumber Pangan Alternatif-Ketahanan Pangan Bali

 Selasa, 09 Agustus 2022, 15:36 WITA

beritabali/ist/Rumput Laut, Sumber Pangan Alternatif-Ketahanan Pangan Bali.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Budidaya perikanan laut menjadi solusi bagi ketahanan pangan di dunia dan juga menjadi solusi kedaulatan pangan di Indonesia. 



Salah satu primadona budidaya perikanan laut adalah rumput laut dari jenis Eucheuma, rumput laut jenis ini mudah dibudidayakan, tidak memerlukan modal besar, tidak membutuhkan pestisida, tidak perlu sewa lahan karena budidaya dilakukan di laut dan yang paling penting adalah sangat menguntungkan. 

Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) komoditas rumput laut punya kontribusi nilai ekonomi tinggi baik untuk pertumbuhan ekonomi domestik maupun untuk komoditas ekspor. Ditambah lagi, Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua setelah Tiongkok, dengan volume ekspor tahun 2020 sebesar 195.574 ton dengan nilai mencapai USD279,58 juta. 

Aspek pasar rumput laut mengalami peningkatan dalam perkembangan perdagangan global yang cukup tinggi seiring dengan kebutuhan bahan baku industri baik untuk food grade, pharmaeutical, maupun industrial grade. Pertumbuhan penduduk dunia yang semakin pesat dan kompleksitas nilai guna rumput laut yang begitu besar sebagai penunjang kebutuhan hidup masyarakat dunia, maka tidak heran jika saat ini rumput laut menjadi salah satu kebutuhan yang prospektif dan telah menjadi bagian dari kebutuhan dunia.

Pengembangan budidaya rumput laut masih dilaksanakan sendiri-sendiri secara sektoral, sehingga hasil dari budidaya rumput laut sering dipasarkan secara langsung kepada pedagang pengepul dengan tingkat harga yang relatif rendah dibandingkan dengan harga penjualan yang dilakukan oleh petani secara langsung ke pasar. 

Pemasaran yang dilakukan ada 2 pilihan yaitu rumput laut dipasarkan basah dan dipasarkan kering, yang mana dengan dipasarkan kering maka harga akan lebih tinggi daripada rumput laut yang dipasarkan basah. Faktor bibit rumput laut saat ini juga menjadi permasalahan dikarenakan tidak semua bibit memiliki kualitas yang baik, sehingga perlu adanya penelitian tentang kultur jaringan untuk budidaya rumput laut dan meningkatkan performa bibit rumput laut hasil budidaya dengan melakukan berbagai inovasi untuk menciptakan  bibit rumput laut berkualitas yang menunjang produksi rumput laut dalam negeri. 

Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan mempunyai prospek pasar yang cukup luas baik di dalam maupun luar negeri. Kebutuhan rumput laut sebagai bahan dasar dalam berbagai industri menjadikan komoditas ini mempunyai nilai yang sangat tinggi. Oleh karenanya, produksi rumput laut menjadi salah satu komoditas andalan dalam kegiatan budidaya.


Halaman :






Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending