Opini

Bertahun-tahun Pandemi, PHBS & 3M Wajib Melekat di Masyarakat

 Sabtu, 06 Agustus 2022, 20:34 WITA

bbn/Suara.com/Bertahun-tahun Pandemi, PHBS & 3M Melekat di Masyarakat

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Nasional. 

Satgas Covid-19 menyebut setelah dua tahun lebih Indonesia dilanda pandemi Covid-19, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) harusnya sudah melekat di kehidupan masyarakat.

Di tengah kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi akhir-akhir ini, Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan kembali masyarakat pentingnya perilaku mencegah COVID-19 dalam setiap aktivitas.

"Di tengah kondisi kasus yang kembali dinamis dalam beberapa minggu terakhir, COVID-19 mengingatkan kita kembali pentingnya konsisten mengendalikan peluang penularan secara bersama-sama," katanya dikutip dari situs resmi Satgas Covid-19.

Hasil pantauan kepatuhan secara nasional menunjukkan kecenderungan sikap “setengah disiplin” dalam menjalankan 3M. Seperti hanya menjalankan 1 atau 2 aspek saja dari 3 aspek yang seharusnya tidak terpisahkan dari 3M.



Secara linear, kinerja pemantauan dan pelaporan kepatuhan di daerah juga menurun. Dimana, beberapa bulan terakhir, jumlah daerah yang melapor semakin berkurang. Hanya 17 dari 34 provinsi melapor pada pekan terakhir (25 - 31 Juli 2022). Lalu, kepatuhan memakai masker cenderung lebih rendah daripada menjaga jarak. Dari 17 provinsi yang melapor pada pekan terakhir, sekitar 40% kelurahan/desa tidak patuh memakai masker. Sedangkan hanya sekitar 20% kelurahan/desa tidak patuh menjaga jarak.

Dari 5 provinsi dengan kasus tertinggi, nyatanya memiliki tingkat kepatuhan protokol kesehatan yang harus dievaluasi kembali. Dimana salah satunya yang terendah yaitu Provinsi Jawa Barat dengan angka kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak di bawah 20%.

"Saya berharap kedepannya baik masyarakat maupun aparat setempat yang berkewajiban mengawasi kedisiplinan protokol kesehatan, agar sama-sama kembali membangun dan mengkonsistenkan atmosfer yang kembali patuh, taat, dan tidak menyepelekan," pesan Wiku.

Dan penting diingat, walau COVID-19 dapat disembuhkan, namun dengan upaya pencegahan jauh lebih baik dibandingkan harus mengobati. Karena apabila terkena COVID-19, maka kualitas hidup akan berkurang dan menghambat aktivitas. Selain itu, juga berpotensi tinggi menularkan orang lain, serta berdampak jangka panjang atau long covid di kemudian hari.


Halaman :