News

Putin Murka Moskow Diserang, Rusia Tunjuk AS Biang Kerok

 Kamis, 01 Juni 2023, 02:13 WITA

beritabali.com/cnbcindonesia.com/Putin Murka Moskow Diserang, Rusia Tunjuk AS Biang Kerok

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Dunia. 

Rusia menuding Amerika Serikat (AS) sebagai biang keladi serangan pesawat tak berawak ke Moskow. Washington disebut mendorong Kyiv, secara terbuka untuk melakukan serangan drone yang melanda beberapa distrik Moskow pada Selasa.

Hal ini ditegaskan utusan Rusia untuk AS Rabu, setelah Presiden Vladimir Putin menyalahkan Ukraina atas serangan itu.

Gedung Putih sendiri mengatakan tidak mendukung serangan di dalam Rusia dan masih mengumpulkan informasi tentang insiden tersebut, yang disebut Putin sebagai upaya untuk menakut-nakuti dan memprovokasi Moskow.

"Apa maksud tersembunyi di balik ungkapan bahwa mereka (AS) sedang 'mengumpulkan informasi'?" tegas Duta Besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov, mengatakan pesan di Telegram, dimuat Reuters, Rabu (31/5/2023).

"Ini adalah dorongan bagi teroris Ukraina," tambahnya.

Serangan di "jantung Rusia" kemarin merupakan pertama kalinya terjadi di pemukiman warga. Sebelumnya beberapa serangan drone memang dilaporkan sempat terjadi di Rusia, di antara wilayah perbatasan Belgorod dan Kremlin.

Sementara itu, seorang pembantu presiden Ukraina membantah Kyiv terlibat langsung dalam serangan drone di Moskow. Namun, ia mengatakan Ukraina menikmati tontonan itu dan memperkirakan lebih banyak lagi yang akan datang.

Masih dikutip laman yang sama, serangan Moskow melukai dua orang. Ini terjadi persis setelah Rusia melancarkan tiga serangan udara dalam satu hari di Kyiv yang simulai serai 17 Mei, menewaskan dua orang dalam sebulan dan membuat kehancuran sert ketakutan warga.

Di sisi lain, Rusia telah lama menuduh apa yang disebutnya "kolektif Barat" melakukan perang proksi melawan Moskow. Ini, klaim Rusia, terlihat dari dukungan ke Ukraina dengan bantuan militer dan keuangan.

Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022, yang menghancurkan kota-kota dan memaksa jutaan orang meninggalkan rumah serta menelan ribuan nyawa. Putin menyebut perang itu sebagai "operasi militer khusus" untuk "denazifikasi" Ukraina dan melindungi penutur bahasa Rusia sementara Kyiv dan sekutunya mengatakan itu adalah perampasan tanah yang tidak beralasan.(sumber: cnbcindonesiaa.com)

Penulis : bbn/net

Editor : Juniar



Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami




Tonton Juga :





Trending