News

Polisi Moral Iran dalam Sorotan Setelah Mahsa Amini Tewas

 Jumat, 23 September 2022, 04:21 WITA

bbn/Harpersbazaar.com/Polisi Moral Iran dalam Sorotan Setelah Mahsa Amini Tewas

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

BBC mendapat sejumlah laporan pengalaman yang melibatkan polisi moral, termasuk pemukulan serta hukuman lain yang lebih keji dan tidak biasa. Contohnya, seorang perempuan mengaku polisi mengancam akan menaruh kecoak di dalam tubuhnya saat dia ditahan.

Tindakan pembatasan baru

Presiden Ebrahim Raisi, seorang ulama garis keras yang terpilih tahun lalu, menandatangani surat perintah penegakan sejumlah tindakan pembatasan baru pada 15 Agustus lalu.



Tindakan-tindakan baru tersebut mencakup pemasangan kamera pemantau untuk mengawasi para perempuan tak berjilbab. Rekaman kamera itu akan dijadikan alat bukti guna menjatuhkan denda, "konseling, serta hukuman penjara bagi warga Iran yang mempertanyakan atau mengunggah konten melawan aturan hijab di internet.

Pada satu sisi, rangkaian tindakan ini meningkatkan aksi penahanan. Di sisi lain, memicu kaum perempuan mengunggah foto dan video diri mereka tanpa jilbab di media sosial. Unggahan tersebut bertambah gencar setelah kematian Mahsa Amini.

Masih Alinejad, seorang jurnalis sekaligus aktivis yang kini bermukim di AS, mengatakan gencarnya aksi protes sejak kematian Amini telah menyentuh hatinya.

Selama bertahun-tahun Masih Alinejad menggelar gerakan online melawan aturan wajib hijab, termasuk #mystealthyprotest. Banyak kalangan, termasuk pemerintah, memandang dia sebagai kekuatan penting di balik unjuk rasa akhir-akhir ini.

Di Kota Saqez, pada Sabtu (17/09), seumlah perempuan mencopot jilbab mereka dan melambaikannya ke udara saat Amini dimakamkan. Hari-hari selanjutnya kaum perempuan berunjuk rasa di berbagai kota dan sebagian membakar jilbab mereka sendiri.

"Ketika mereka melakukannya, saya teringat pada masa orang-orang meruntuhkan Tembok Berlin," kata Alinejad.

"Yang membuat saya sangat emosional dan berharap adalah ini pertama kalinya para perempuan tidak sendirian. Kini pria bersatu padu dengan perempuan."

Penulis : bbn/net

Editor : Indah


Halaman :



Tonton Juga :



Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.