News

Pecatan Polisi Itu Diduga Sindikat Curanmor Jawa-Bali

 Minggu, 30 Oktober 2016, 16:36 WITA

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Tersangka EK - Eko Budi Wahyu (46), pecatan polisi yang ditangkap lantaran mencuri mobil pick-up di lokasi balapan Fun Bike memperingati HUT Bhayangkara ke 64, pada Minggu (4/7), diduga jaringan pencuri kendaraan bermotor roda empat khusus wilayah Jawa-Bali. Dugaan kuat ini mengarah kepada tersangka Eko saat berupaya melarikan mobil tersebut keluar dari Bali. 



Perihal itu juga dikuatkan dari penyitaan barang yang dilakukan jajaran reskrim Poltabes Denpasar. Dimana, setelah diringkus, petugas menemukan STNK diduga palsu, kunci letter T serta-merta plat palsu.

Ini yang masih kita selidiki, karena kita temukan STNK dan barang bukti lainnya, ungkap Kasatreskrim Poltabes Denpasar Kompol Arif Sugiarto SIK, pada Senin (5/7). Untuk itu, pihaknya masih menyelidiki asal muasal STNK tersebut dengan meminta bantuan Sat Lantas Poltabes Denpasar. Nantinya, akan diketahui apakah STNK tersebut palsu apa tidak.

Kita akan cek palsu apa tidak. Kalau palsu darimana dia dapat, begitu seterusnya, tegas mantan Kasat Intelkam Poltabes Denpasar ini.

Apakah ada jaringannya di Bali ? Mantan Kapolsek Denpasar Selatan ini mengatakan masih dalam penyelidikan. Pihaknya menduga, tersangka Eko merupakan sindikat curanmor roda empat, khusus Jawa-Bali.

Jaringannya masih kita selidiki, saat ini kita kesulitan karena dia masih bungkam, bebernya.Saat ditanyakan, apakah tersangka Eko berupaya membawa kabur mobil Pick-up Mitsubihi DK 9461 DJ keluar Bali?, Kompol Arif terkesan mengiyakannya.

Diuraikannya, kemungkinan ke arah sana benar adanya. Biasanya, kawanan maling tidak mau menjual barang curian di wilayah tempatnya beraksi, melainkan dijual ke luar Bali.Apalagi dia orang Jawa Timur (Mojokerto). Dekat dengan Bali. Ya itu, kebanyakan maling-maling begitu, setelah mencuri barang dibawa kabur keluar Bali, nilai perwira asal Surabaya ini.

Menyoal tersangka Eko yang merupakan pecatan polisi, Kompol Arif membenarkannya. Katanya, tersangka dipecat tahun lalu (2009) karena desersi dari kesatuan.Dia desersi tahun lalu. Pangkatnya Ipda bukan Iptu, salah tuh, ungkapnya mengkritik.

Disinggung apakah di Bali tersangka Eko ada keluarga dan pekerjaan tetap? Kompol Arif tersenyum dan langsung menjawab.Kalau keluarganya saya tidak tahu. Tapi kalau pekerjaanya ya maling, canda perwira ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, balapan Fun Bike memperingati HUT Bhayangkara ke 64 tercoreng moreng akibat ulah Eko, seorang pecatan polisi asal Mojokerto, Jawa Timur. Dia dikeroyok massa dikawasan Banjar Batu Kandik Denpasar, pada Minggu (4/7) siang, setelah mencuri mobil pick-up milik Ketut Riya Darma (40) yang diparkir di sebelah barat gedung perkantoran Gubernur, Renon.

Tersangka yang tinggal di Jalan Kebo Iwo Denpasar, ditangkap Ketut Riya Darma yang tinggal di Banjar Delod Perempatan Luk-luk Mengwi Badung. Korban kehilangan mobil di arena balapan Fun Bike sekitar pukul 09.00 Wita.

Ketut Riya Darma yang ditugaskan khusus untuk mengangkut sepeda dayung para pembalap, kaget mobil pick-up Mitsubishi warna putih DK 9461 DJ, hilang sekitar pukul 12.00 Wita.Namun, ketika korban pulang dan melewati kawasan Banjar Batu Kandik, Denpasar, korban melihat mobilnya melintas. Meski nomor platnya sudah diganti, tapi korban tetap yakin bahwa itu mobilnya.

 


Halaman :



Tonton Juga :



Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.



Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending