News

Mobil Pikap Angkut Belasan Orang Terjun ke Parit, Dua Orang Tewas

 Senin, 31 Mei 2021, 14:45 WITA

beritabali.com/ist/suara.com/Mobil Pikap Angkut Belasan Orang Terjun ke Parit, Dua Orang Tewas

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Nasional. 

‎Sebuah mobil pikap yang mengangkut belasan orang terjun ke parit di Jalan Raya Jatinegara, Kabupaten Tegal, Minggu petang (30/2/2021).  

Akibat kecelakaan tunggal di Kabupaten Tegal ini, ‎dua orang tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka. 

‎Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tegal AKP Dwi Himawan Chandra mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.30 WIB.

"Lokasi ‎kecelakaan di jalan raya masuk Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara," katanya saat dihubungi, Minggu (30/5/2021).

Menurut Himawan, kecelakaan bermula ketika mobil Suzuki pikap G 1667 SZ yang dikemudikan Saidin, warga Desa Cikura, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal melaju dari arah utara.

Setiba di lokasi kejadian, mobil yang mengangkut belasan orang itu hilang kendali dan oleng hingga menabrak pembatas jalan ‎lalu terjun ke parit di tepi jalan.

"Akibat ‎kecelakaan tersebut, dua orang penumpang mobil pikap meninggal dunia dan delapan orang penumpang lainnya luka ringan," ujar Himawan.

Identitas korban meninggal yakni Mutiah, dan Aminah. Kedua warga Desa Cikura, Kecamatan Bo‎jong, Kabupaten Tegal itu sempat dibawa ke Klinik Muhammadiyah Jatinegara, namun nyawanya tak tertolong. "Kedua korban meninggal dalam perawatan," ujar Himawan.

Himawan menyebut, mobil pikap yang mengalami kecelakaan mengangkut belasan orang yang berencana menengok orang sakit. 

"‎Para penumpangnya mau menjenguk orang sakit, tapi dalam perjalanan mobil yang ditumpangi mengalami kecelakaan," ujarnya.

Sementara itu kondisi mobil pikap mengalami kerusakan parah setelah terjun ke parit. ‎Bagian depan mobil berwarna putih ini tampak ringsek karena kerasnya benturan.(sumber: suara.com)

Penulis : bbn/net




Tonton Juga :



Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.