News

Minimalisir Perilaku Anak Konsumsi Makanan Cepat Saji Perlu Edukasi

 Selasa, 03 Juli 2018, 04:50 WITA

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 
Beritabali.com,Denpasar. Diperlukan suatu usaha preventif dalam mengedukasi anak-anak untuk meminimalisir tren perilaku anak-anak yang menyukai makanan cepat saji, karena pada umumnya makanan cepat saji membuat anak-anak malas makan buah dan sayur ataupun makan masakan rumah
 
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut dikatakan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima audensi dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) terkait program mewujudkan Generasi Emas melalui pelatihan dokter kecil di tingkat Sekolah Dasar. Untuk itu Pastika meminta agar PERSI memasukan edukasi bahaya makanan cepat saji bagi kesehatan dapat dimasukan dalam program tersebut. 
 
Menurutnya, mewujudkan negerasi emas Indonesia Sehat tidak mudah dan tidak instan, diperlukan usaha-usaha peningkatan baik dari segi kesehatan, pendidikan maupun lainnya secara kontinyu dan konsisten seperti program-program yang telah dicanangkan oleh pemerintah. 
 
Untuk itu, program mengedukasi para dokter kecil di tingkat Sekolah Dasar dan PAUD terkait pola hidup sehat sangat penting, karena hasil survey menunjukkan bahwa 61% anak SD di Bali tidak bugar, 90% berat badan anak SD di Bali tidak Ideal, 95% anak-anak di Bali tidak suka makan sayur dan buah. 
 
[pilihan-redaksi2]
Dalam kesempatan tersebut, Hospital Social Responsibility PERSI dr. Gracecielia P,MKK yang didampingi oleh Ketua PERSI Wilayah Bali dr. I Gede  Patra, menjelaskan bahwa dalam rangka mendukung program Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI untuk mengembangkan program Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS), maka PERSI Pusat bekerjasama dengan PERSI Wilayah Bali akan menyelenggarakan program edukasi terhadap  dokter kecil di tingkat Sekolah Dasar dan  anak-anak PAUD melalui PKK yang ada di Bali. 
 
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa terdapat 10 Provinsi yang dituju untuk mengaplikasikan program tersebut untuk menumbuhkan generasi emas Indonesia Sehat, salah satunya adalah Provinsi Bali. “Secara teknis kami akan memberikan edukasi dan pelatihan untuk 1000 guru SD dan PKK yang ada di Bali, kemudian para Guru tersebut akan memberikan pelatihan kepada dokter kecil yang ada di sekolahnya masing-masing, selanjutnya para dokter tersebut akan mengedukasi teman-temannya terkait pentingnya melakukan aktivitas fisik, makan buah dan sayur, minum air putih serta pentingnya melakukan cek kesehatan”, ujarnya.
 
Sedangkan untuk memastikan program tersebut akan berjalan atau tidak, maka pihaknya akan mengadakan monitoring dan evaluasi, sehingga misi Pemerintah untuk mewujudkan generasi emas tahun 2045 dapat terlaksana dengan baik. (bbn/rlspemprov/rob) 
 



Tonton Juga :



Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.



Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending