News

Korban Melawan, Jambret Dihajar Massa

 Sabtu, 12 November 2016, 03:18 WITA

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Badung. 

Tiga orang jambret gagal beraksi. Satu pelaku ditangkap korbannya dan dihajar massa. dua ditangkap tim gabungan Poltabes Denpasar, Polsek Kuta, dan Brimob. Ketiga jambret pemain baru ini telah beraksi di 19 TKP (tempat kejadian perkara).

Tiga pelaku masing-masing Sundoro Mondro Kumoro alias Sun (19) asal Jember, Maulana Malik Ibrahim alias Malik (20) asal Probolinggo dan Nugroho Prihambodo alias Adi alias Bod alias Babidi (17) tinggal di Jalan Pulau Moyo, Gg Leo nomor 61 B Denpasar.

Ketiga tersangka mengendarai dua unit sepeda motor. Tersangka Sundoro bersama Adi mengendarai Tiger DK 8899 IS, sedangkan Malik sendirian mengendarai sepeda motor Supra Fit DK 6813 HG.

Di depan Mario Silver Jalan Raya Seminyak, mereka menemukan korbannya, seorang lelaki mengendarai sepeda motor.

Tersangka Sundoro yang dibonceng di belakang berusaha merampas tas milik korbannya, yang nyantol didepan sepeda motor.


Namun tas ternyata menempel kuat di cantolan sepeda motor. Saking kuatnya Sundoro menarik tas, korban terjatuh dari sepeda motor. Bersamaan dengan itu, Sundoro yang tinggal di jalan Raya Sesetan Gang Paku Sari Denpasar pun ikut terjatuh dari sepeda motor.

Karuan saja, korban menangkap tersangka dan menghajarnya beramai ramai dibantu warga. Mengetahui temannya ditangkap, Malik dan Adi kabur.

Malik kembali lagi ke lokasi untuk melihat kondisi Sundoro. Tapi Sundoro sudah digiring korbannya ke Poltabes Denpasar,ujar Kapolsek Kuta AKP Dody Prawira Negara.

Aparat kepolisian bergerak cepat menginterogasi tersangka Sundoro yang bekerja sebagai karyawan fotocopy itu. Hasil kicauan Sundoro, dalam waktu singkat, Malik dan Adi ditangkap terpisah.

Jajaran reskrim Polsek Kuta menangkap tersangka Adi, sekitar pukul 08.00 Wita di rumahnya di Jalan Pulau Roti Denpasar.

Sementara jajaran reskrim Poltabes Denpasar menangkap tersangka Malik sekitar pukul 18.00 Wita di rumahnya di Jalan Tukad Yeh Aya nomor 2, Panjer, Denpasar.

Ketiga tersangka mengaku beraksi di 19 TKP. Sembilan aksi dilakukan di kawasan Sanur, 3 kali di Denpasar timur, 3 kali di Depasar Barat dan 4 kali di Kuta. Sasarannya warga asing dan lokal yang mengendarai sepeda motor atau jalan kaki.

Sebelum beraksi, ketiga tersangka meneguk minuman keras terlebih dahulu. Barulah mereka pergi bertiga dengan mengendarai dua sepeda motor.

Ketika tersangka ini kompak membagi tugas. Sundoro dan Adi bergantian sebagai joki dan bergantian pula sebagai eksekutor.
Sedangkan tersangka Malik membayang-bayangi dari belakang, apabila ada yang berusaha mengejar.

Hasil jambret biasanya dijual oleh Sundoro dan hasilnya dibagi rata. Mereka pakai untuk bersenang senang cari cewek di Sanur, jelas Kapolsek didampingi Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Made Karsa.

Tersangka Malik mengaku, baru enam bulan beraksi. Aksi pertama dilakukannya bersama Sundoro di kawasan Sanglah Denpasar. Hasil jambret sebesar Rp 400 ribu dipakai untuk foya foya.

Ketagihan menjambret, Malik terus bergerilya hingga akhirnya bertemu dengan Adi yang bekerja dibengkel di Jalan Pulau Roti Denpasar. Kekompakan ketiga jambret ini menjerumuskan mereka kebalik jeruji tahanan.

Penulis : bbn/spy

Editor : Tantri







Hasil Polling Calon Bupati Badung 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending