News

Negara

Kendaraan Besar Melintas Tidak Sesuai Jam Keberangkatan

 Kamis, 17 November 2016, 02:26 WITA

google.com (ilustrasi)

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Jembrana. 

Hampir semua pengguna jalan belakangan ini mulai mengeluhkan kondisi jalan nasional Denpasar-Gilimanuk yang amburadul dan kerap menimbulkan kemacetan. Akibatnya kondisi tersebut tentu saja sangat mengganggu perjalanan pengguna jalan lainnya. Kondisi ini bukan hanya terjadi siang hari, namun pada malam hari juga sering terjadi kemacetan terutama di daerah-daerah tertentu yang kondisi jalannya menanjak.

Kondisi tersebut terjadi menurut beberapa pengguna jalan akibat kendaraan-kendaraan besar seperti Tronton dan Trailer yang bermuatan berat melintas di luar jam keberangkatan yang telah ditentukan dan melintas disaat arus lalu lintas masih ramai.

Salah seorang pengguna jalan, asal Desa Yehembang, Mendoyo, menyampaikan keluhannya bahwa dirinya kerap kali terjebak kemacetan, setiap bepergian ke Denpasar. Padahal dalam satu minggu dia mengaku dua kali bepergian ke Denpasar untuk kepentingan dinas. Pemicunya menurutnya adalah beberapa truk-truk besar yang bermuatan berat sehingga terkadang macet di tanjakan.

“Dulu Negara-Denpasar jika pakai mobil pribadi paling lama ditempuh dua setengah jam, sekarang bisa sampai empat jam. Padahal saya lebih sering berangkat malam, tujuannya biar tidak kena macet. Tapi ternyata malam lebih parah,” tuturnya.

Menurutnya, dirinya sering menjumpai truk besar seperti tronton dan trailer yang memuat besi beton dan paku bumi melintas di malam hari saat arus lalu lintas masih ramai. Padahal untuk keberangkatannya waktunya telah ditentukan yakni diatas jam 22.00 wita.

“Jam sebelas malam sudah ada yang macet di Panghyangan, berarti berangkatnya dari Gilimanuk sebelum jam sepuluh malam,”tambahnya. Demi kenyamanan dan keamanan berlalu lintas, para pengguna jalan mengharapkan pihak terkait menindaklanjuti pelanggaran keberangkatan tronton maupun trailer tersebut.

Sementara itu Kanit III PJR Gilimanuk AKP Made Suwandra mengatakan belakangan ini proyek di Denpasar sudah hampir kelar dan belakangan jarang trailer memuat paku bumi dan beton yang lewat.

"Kalaupun ada hanya beberapa saja,jika sebelumnya kita ketat berlakukan ketentuan tersebut karena trailer pengangkut paku bumi dan beton banyak,kalau sekarang melihat situasi di jalan,jika arus lalu lintas sepi kita beri kesempatan jalan jam 20.30 atau 21.00,tapi kalau lagi ramai kita berangkatkan pukul 22.00,jadi kita tetap berkoordinasi dengan polantas,"jelasnya.

 



Terkait dengan trailer yang mogok di tengah jalan atau mengalami ban pecah itu menurutnya masalah teknis yang tidak bisa diprediksi di jalan. Namun pihaknya selalu menghimbau kepada para sopir agar tertib di jalan,dan memeriksa kendaraannya sehingga tidka macet di jalan dan menimbulkan antrean,"jelasnya.

Kendaraan yang dikawal menurutnya yang merupakan jenis trailer dan jika ada permintaan untuk pengawalan.

Penulis : bbn/net

Editor : Tantri







Hasil Polling Calon Bupati Jembrana 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending