News

Intelijen Israel Klaim Iran Kemungkinan Serang Piala Dunia Qatar

 Kamis, 24 November 2022, 07:08 WITA

beritabali.com/cnnindonesia.com/Intelijen Israel Klaim Iran Kemungkinan Serang Piala Dunia Qatar

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Dunia. 

Kepala Direktorat Intelijen Militer Pasukan Pertahanan Israel, Mayor Jenderal Aharon Haliva, mengklaim Iran tengah mempertimbangkan untuk menyerang ajang sepak bola global, Piala Dunia Qatar 2022.

Haliva mengatakan rezim di Teheran sedang mempertimbangkan langkah tersebut untuk mengacaukan kawasan itu dan mengalihkan perhatian dunia atas kerusuhan yang sedang terjadi di Iran.



"Saya memberitahu Anda bahwa Iran saat ini sedang mempertimbangkan untuk menyerang Piala Dunia di Qatar juga," kata Haliva dalam pidato di konferensi Institute for National Studies di Tel Aviv, seperti dikutip Arab News, Rabu (23/11).

"Iran berusaha melanggengkan ketidakstabilan sebagai hal yang tetap. (Sebab) di saat dunia di sekitarnya stabil dan berkembang, ini adalah kebalikan dari apa yang terjadi di Iran," ujar Haliva.

"Piala Dunia kemungkinan akan menjadi salah satu peristiwa di mana mereka mencoba menyebabkan ketidakstabilan."

Haliva berujar meski ia sebetulnya tak melihat ancaman dari rezim Iran, namun mereka perlu waspada, terlebih di tengah tekanan internal yang dialami Teheran.

"Pada tahap ini saya tidak melihat risiko terhadap rezim, tapi karena tekanan terhadap Iran meningkat, termasuk tekanan dari internal, respons Iran jauh lebih agresif, jadi kita harus memproyeksi respons yang jauh lebih agresif di kawasan Iran dan di dunia," ucap Haliva.

Protes nasional di Iran diketahui meletus setelah seorang wanita Kurdi usia 22 tahun, Mahsa Amini, meninggal saat ditahan polisi moralitas Iran karena tidak benar mengenakan kerudung. Sebanyak 14 ribu orang di penjara buntut protes tersebut. Sementara ratusan orang lainnya dilaporkan tewas.


Halaman :



Tonton Juga :



Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.