News

HUT ke-41, Universitas Dinamika Lahirkan Guru Besar Pertama di Bidang Teknologi Pembelajaran

 Jumat, 03 Mei 2024, 10:52 WITA

beritabali/ist/HUT ke-41, Universitas Dinamika Lahirkan Guru Besar Pertama di Bidang Teknologi Pembelajaran.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Nasional. 

Dosen sekaligus Wakil Rektor III Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya) yang bernama Bambang Hariadi telah dikukuhkan menjadi Guru Besar Pada hari Selasa (30/04/2024). Ia berhasil meraih gelar profesor dalam bidang Ilmu Teknologi Pembelajaran.

Acara Pengukuhan Guru Besar ini bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-41 Universitas Dinamika. Acara ini telah diselenggarakan pada pukul 09.00 hingga 11.00 di Ruang Laksda Mardiono, lantai 1 gedung Universitas Dinamika. Acara ini dihadiri oleh para tamu-tamu undangan, seperti perwakilan dari LLDIKTI Wilayah VII, Ketua Pembina Yayasan Putra Bhakti Sentosa (yayasan yang menaungi Universitas Dinamika) beserta pengurus lainnya, keluarga dan kerabat dari Bambang Hariadi, struktural non-dosen, dosen, dan masih banyak lagi.

Acara dibuka oleh Budi Jatmiko, Rektor Universitas Dinamika, yang membuka Rapat Terbuka Senat Universitas Dinamika terkait Pengukuhan Guru Besar, dan dilanjutkan oleh pembacaan salinan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tentang kenaikan jabatan akademik dosen oleh Pantjawati Sudarmaningtyas, Wakil Rektor I Universitas Dinamika.

Setelah pembacaan keputusan Menteri, acara pun dilanjut ke prosesi pengukuhan guru besar yang dipimpin oleh Rektor Universitas Dinamika sekaligus pengalungan gordon ke Bambang Hariadi, yang menjadi penanda bahwa Bambang resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Teknologi Pembelajaran Fakultas Desain dan Industri Kreatif (FDIK) Universitas Dinamika.

Lorensia Jen Putriana Ndoily, selaku Ketua Pelaksana Acara, menjelaskan bahwa selain pengukuhan, Bambang juga menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul ‘Pembelajaran yang Menyenangkan pada Setiap Generasi’. 

Dalam orasi ilmiahnya, Bambang menyampaikan bahwa terdapat perbedaan pembelajaran antara generasi lampau dengan generasi saat ini. 

“Sumber media pembelajaran generasi lampau dengan generasi sekarang sangat berbeda. Dulu, saat mati lampu, generasi lampau masih bisa belajar dengan menggunakan lampu petromak. Hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh generasi sekarang, karena mengingat media pembelajaran saat ini mayoritas menggunakan sumber daya listrik,” ujar Bambang.


Halaman :


Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami




Tonton Juga :





Trending