News

Etika Pemangku Berbeda dengan Sulinggih yang Terikat Catur Bandana Dharma

 Selasa, 30 Mei 2023, 00:28 WITA

beritabali/ist/Etika Pemangku Berbeda dengan Sulinggih yang Terikat Catur Bandana Dharma.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Yayasan Santha Yana Dharma mengadakan pelatihan Diklat Serati di Sekretariat Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi mendapat pengawasan dari PHDI Provinsi Bali pada Minggu 28 Mei 2023. 

Ketua PHDI Provinsi Bali I Nyoman Kenak secara inspeksi mendadak melakukan peninjauan kegiatan tersebut. 

"Ini bagian dari tugas kami, yaitu melakukan monitoring untuk kemudian bisa melakukan evaluasi terhadap Diklat. Diklat ini tentu baik, namun tetap harus diawasi, agar materi yang disampaikan sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Kenak yang saat itu didampingi Ketua Panitia Diklat, I Wayan Wenen dan Ketua Yayasan Santha Yana, Made Raka. 

Dalam peninjauan itu, Kenak menilai tempat pelaksanaan Diklat sudah layak dan representatif. Materi yang disampaikan oleh kalangan akademisi, praktisi dan juga Sulinggih telah sesuai dengan kesatuan tafsir PHDI dan sastra Hindu di Bali. 

Ratusan peserta yang mengikuti diklat Serati, pemangku maupun calon Sulinggih menurutnya sangat antusias dalam mengikuti Diklat. 

Hal ini sangat penting bagi para pemuka agama ini, karena mereka nantinya akan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui Diklat ini, Kenak berharap pemuka agama bisa memberi penjelasan dan tuntunan tentang agama Hindu kepada masyarakat. 

"Sementara kami lihat Diklat telah berjalan lancar. Kami telah tekankan agar peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, sehingga ilmu yang diperoleh nantinya dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat," sebutnya. 


Halaman :





Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending