News

EMA, Mesin Pembunuh Covid-19 di Ruangan dan yang Masuk Dalam Tubuh

 Rabu, 06 Januari 2021, 08:15 WITA

bbn/KRJogya.com

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Nasional. 

Mesin pemburu Covid-19 yang diberi nama Eukalyptus Machine Air (EMA) 004 dan EMA 005 diluncurkan Gabungan Produk Indonesia (Gapi) UMKM bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di University Club UGM Yogyakarta, Senin (4/1/2021).

Mesin ini sudah diproduksi massal dan bisa dibeli oleh masyarakat luas. Ketua Gapi UMKM sekaligus inventor/pencipta mesin EMA 004 dan EMA 005, Joko Achmad Sampurno mengatakan, mesin ini sudah bersistem digital sehingga mudah dioperasikan dan disetting menyesuaikan ruangan. 

Cara kerja alat ini mengubah cairan formula ceniol eukalyptus menjadi udara melalui teknik dingin, kemudian disebarkan ke seluruh ruangan.

“Ceniol eukalyptus yang sudah tersebar akan membunuh virus corona yang ada di ruangan. Sedangkan yang dihirup masuk akan memburu dan membunuh virus corona yang ada di dalam tubuh,” terang Joko kepada wartawan usai acara peluncuran dikutip dari KRJogya.com. 

Minyak astiri eukalyptus sudah ditetapkan BPOM sebagai herbal anti Covid-19, sedangkan alatnya sedang proses pendaftaran untuk mendapatkan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) di Kemenkumham.

Menurut Joko, pengobatan dengan cara seperti ini aman bagi tubuh, karena ceniol (bagian dari alkohol) tidak berbahaya bagi tubuh, sedangkan eukalyptus sama dengan minyak kayu putih yang telah digunakan secara turun temurun oleh masyarakat. 

Ceniol eukalyptus dalam bentuk udara yang dihirup masuk ke tubuh bisa menjangkau dan membunuh virus yang ada di hidung, tenggorokan, paru-paru, lambung hingga usus dua belas jari.

Ketua Umum IDI Pusat Dr dr Daeng Muhammad Faqih mengatakan, saat ini belum ditemukan obat yang spesifik mampu membunuh virus corona. Teknologi EMA 004 dan EMA 005 memberikan solusi yang lebih agresif untuk membunuh virus di ruangan atau yang sudah masuk ke tubuh. 

“Teknologi ini bisa menjadi solusi bagi dunia dalam upaya penanganan Covid-19,” katanya.

Distributor EMA 004 dan EMA 005, perwakilan Gapi UMKM wilayah DIY, Adi Wibowo mengatakan, mesin ini cukup dihidupkan 1 jam dalam satu hari untuk pencegahan. Tapi kalau untuk penyembuhan (bagi yang sudah positif Covid-19) mesin dihidupkan 8 jam. 

“Jadi saat mau tidur dihidupkan, dan selama tidur kita akan menghirup ceniol eukalyptus yang dihasilkan dari mesin,” katanya.

Terkait harga alat, Adi belum bersedia manyampaikan secara terbuka. Cairan ceniol eukalyptus ukuran 1 liter bisa untuk pemakaian 20 hari (dihidupkan 8 jam/hari). 

Bagi masyarakat yang ingin membeli mesin ini bisa menghubungi distributor HP. 082138114915 atau langsung ke Kantor Gipi UMKM DIY di Jalan Trapesium Sleman.

Penulis : bbn/net




Tonton Juga :



Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.