Hiburan

Dosen Undiksha Hardiman Gelar Pameran Tunggal di Bandung

 Sabtu, 01 Oktober 2022, 14:03 WITA

beritabali/ist/Dosen Undiksha Hardiman Gelar Pameran Tunggal di Bandung.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

“Hijau misalnya, dikasih warna apa lagi akan menjadi hijau yang lain. Dikasih warna lain menjadi hijau yang berbeda lagi. Jadi saya dalam hal warna mengolahnya menjadi harakat,” tutur pelukis kelahiran Garut, Jawa Barat, 7 Mei 1957 ini. 

Karena itu, pameran Hardiman kali ini diberi judul “Harakat Warna Hardiman”.  Atau dalam istilah kritikus seni dari Prancis, Jean Couteau, Hardiman merupakan seniman colourist. Pandai memainkan warna.

Hardiman juga mengaku, dalam melukis, betul-betul murni menyampaikan pesan visual. Tidak seperti pelukis kontemporer yang dalam karya-karya berisi pesan politik, pesan sosial. Karya-karya pelukis kontemporer diberi muatan. 

“Jadi saya itu seperti Sutardji Calsum Bachri di puisi. Ia mengembalikan kata pada kata. Tidak ada makna di balik kata itu. Misalnya puisinya Pat Pit Put. Tidak ada makna apa-apa,” jelasnya. 

Kenapa tidak tertarik memberi muatan dalam karya-karyanya? Menurut pelukis yang telah menerbitkan sejumlah buku ini, bahasanya untuk seni lukis tidak sampai untuk memberi muatan. 

“Kalau drawing (gambar) atau grafis atau fotografi itu nyampe. Ada pesan. Tapi untuk lukis, saya tidak sanggup. Saya pernah mencoba, tapi tidak bagus ungkapannya. Verbal sekali. Terlalu murah jadinya. Jadi, ya sudah, saya kembalikan ke hakikat seni lukis tadi,” katanya. 


Halaman :





Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.



Hasil Polling Calon Bupati Buleleng 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending