News

Cerita Wanita Mau Buat Laporan, Malah Diduga Diperkosa Kapolsek

 Kamis, 17 November 2022, 14:46 WITA

beritabali.com/cnnindonesia.com/Cerita Wanita Mau Buat Laporan, Malah Diduga Diperkosa Kapolsek

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Nasional. 

Seorang wanita berinisial RD harus menelan pil pahit. Laporannya terkait dugaan penganiayaan tak digubris, ia justru menjadi korban dugaan pemerkosaan oleh Kapolsek Pinang Iptu M Tapril.

Peristiwa bermula ketika RD hendak membuat laporan kasus penganiayaan ke Polsek Pinang pada 11 Juli lalu.

RD pun bertemu dengan Tapril yang menjabat sebagai Kapolsek Pinang. Ia diajak Tapril ke ruangannya dan mendapat sejumlah pertanyaan.

Namun, RD tak mendapat pertanyaan yang terkait dengan kasus yang dilaporkannya tersebut. Pertanyaan justru terkait dengan hal-hal pribadi.



"Dia tanya usia kamu berapa lalu saya jawab 31 tahun. Dijawab 'oh lagi lucu-lucunya ya'. 'Terus ditanya kamu nyusuin anak kamu enggak?' Kenapa bapak tanya gitu? 'Ya enggak apa-apa'. 'Terus kamu bisa dibawa keluar enggak? Oh maaf saya bukan perempuan seperti itu. Itu di awal-awal ya," kata RD di Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.

Beberapa hari setelahnya, RD kembali bertemu dengan Tapril. Saat itu, kata RD, Tapril meminta nomor dirinya.

Sehari kemudian, RD mengaku dihubungi Tapril dan diajak pergi keluar. Saat itu, RD berpikir bahwa ajakan itu untuk membahas laporan yang ia buat.

"Aku pikir omongin perkara saja. Dia jemput enggak tahunya dia langsung belok ke hotel. Aku sudah berontak. Dibilang sudah kamu 'aman sama saya, kamu tahu kan saya siapa'," ujarnya.

Di hotel itu, RD mengklaim dipaksa untuk berhubungan badan dengan Tapril.

Dapat Ancaman

RD berencana melaporkan Tapril ke Polres Metro Tangerang Kota atas peristiwa yang dialaminya beberapa waktu lalu itu. Namun, ia justru mendapat intimidasi dari Tapril dan ajudannya.


Halaman :



Tonton Juga :



Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.