News

BKKBN Bali Gelar Pertemuan Bahas Integrasi Pendampingan Perawatan Lansia

 Jumat, 24 Juli 2020, 11:30 WITA

beritabali/ist

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Bali menggelar Kegiatan Pertemuan Integrasi Pendampingan Perawatan Jangka Panjang (PJP) Lansia Bersama Mitra Kerja pada Kamis (23/07). 

[pilihan-redaksi]
Kegiatan ini dilaksanakan oleh bidang Keluarga Sejahtera dan Pebangunan Keluarga (KSPK) BKKBN Provinsi Bali melalui aplikasi Webex. Pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan sinkronisasi dan koordinasi program kelanjutusiaan antar instansi terkait dan mitra kerja.

Narasumber yang hadir diantaranya Drs. Agus P Proklamasi (Kepala BKKBN Provinsi Bali), Ida Ayu Ketut Anggreni.S.Sos.Msi (Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali) dan dr. Ketut Suarjaya,MPPM (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali).

Adapun materi yang disampaikan yaitu Kebijakan dan Strategi Pembinaan Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan, Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, dan Sinkronisasi Posyandu Lansia dengan Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL). 

Agus P Proklamasi mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) populasi Lansia di Indonesia saat ini mencapai sebanyak 23,4 Juta Jiwa atau 8,97% dari total penduduk Indonesia sedangkan di Provinsi Bali sendiri jumlah populasi Lansia mencapai 465.349 juta jiwa atau sekitar 10  persen dari total penduduk di Bali.

“Populasi Lansia di Provinsi Bali berjumlah 465.349 juta jiwa atau sekitar 10  persen dari total penduduk di Bali. Penduduk Lansia mengalami peningkatan yang tajam, sesuai dengan proyeksi penduduk bahwa pada tahun 2045 penduduk Lansia mencapai 19,8 persen secara nasional,” jelasnya. 

Populasi Lansia yang semakin banyak akan menjadikan fenomena penuaan penduduk yaitu daerah yang penduduk lansiannya di atas 10% dari total penduduk. Penuaan penduduk merupakan salah satu hasil dari pembangunan seperti peningkatan Kesehatan, gizi, Pendidikan dan teknologi sehingga kualitas hidup lebih baik dan Usia Harapan Hidup meningkat. 

Dr. Ketut Suarjaya menambahkan bahwa di Provinsi Bali sendiri telah banyak program yang di lakukan pemerintah dalam pelayanan yang ramah lansia. 

“Pemerintah provinsi Bali telah banyak melakukan program pelayanan yang ramah Lansia seperti Pengembangan dan Penguatan Pelayanan dasar melalui pengembangan Puskesmas yang menyelenggarakan pelayanan Santun Lansia dan lain-lain,” Jelasnya.

Pengelolaan kegiatan Penguatan pelayanan ramah lansia melalui kegiatan Pertemuan Integrasi Pendampingan Perawatan Jangka Panjang lansia bersama mitra kerja ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam upaya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui pembangunan kualitas hidup Lansia Indonesia.

Penulis : bbn/adv






Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending