News

Bambang Sutantio, Bermodal Rp150 Juta Kini Berharta Rp24 T

 Selasa, 14 Juni 2022, 10:35 WITA

beritabali.com/cnnindonesia.com/Bambang Sutantio, Bermodal Rp150 Juta Kini Berharta Rp24 T

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Nasional. 

Daftar orang terkaya di Indonesia kedatangan wajah baru pada tahun ini. Salah satu wajah yang baru masuk ke dalam daftar adalah Bambang Sutantio.

Mengutip Forbes, kekayaan Bambang Sutantio saat ini tembus US$1,7 miliar atau Rp24,75 triliun (kurs Rp14.563 per dolar AS). Kekayaan tersebut membuatnya menduduki peringkat orang terkaya nomor 1.818 dunia.

Lalu siapa sebenarnya Bambang Sutantio?

Lelaki berusia 63 tahun ini merupakan lulusan jurusan teknologi pangan Technical University Berlin. Ia pemilik pabrik susu dan yoghurt Cimory Group, produsen produk makanan dan minuman kemasan berbasis protein dengan pangsa pasar yoghurt dan sosis premium.

Perusahaan didirikan pada 1993 lalu. Mengutip berbagai sumber, sebelum besar dan menjadi orang kaya seperti sekarang ini, Bambang memulai usahanya hanya dengan modal Rp150 juta.

Modal ia dapat dari kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan jaminan ruko dari hasil menggadaikan rumah milik orang tuanya. Berbekal pengetahuan yang didapatnya saat kuliah di Berlin, modal ia kembangkan untuk membuka usaha bumbu dan peralatan industri.

Bukan tanpa alasan Bambang memilih untuk membuka usaha itu. Ia melakukannya berbekal pengalaman yang membekas saat berada di Wonosobo.

Saat itu, Bambang melihat banyak buah nanas petani yang hanya dijual dalam bentuk buah segar dengan harga jual yang murah. Tak hanya itu, ia juga melihat habis dipanen dibuang dengan cuma-cuma.

Petani tak mampu mengolah nanas sisa panen itu menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomi tinggi. Sejak saat itulah dirinya bertekad membantu petani.

Cara yang ditempuhnya adalah dengan mempelajari ilmu teknologi pangan dengan kuliah di Jerman. Bambang berharap ilmunya bisa membantu petani dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil pertaniannya.

Memulai dari Garasi

Karena itu, usai menyelesaikan studinya, Bambang langsung membuka usaha. Awalnya, Bambang memulai usaha dengan mendirikan perusahaan pengolahan daging dengan nama Macroprima Panganutama di garasi rumah dan restoran milik keluarganya pada 1992 lalu.

Perusahaan itu bergerak dalam bidang produksi makanan, salah satunya Sosis Kanzler yang merupakan khas Jerman. Ide awal produksi sosis tersebut dilatarbelakangi oleh temuan Bambang dan rekannya Hans Reusch atas produk sosis Jerman yang memiliki rasa enak dan kualitas tinggi.


Halaman :



Tonton Juga :



Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.