News

Bali Miliki Tambahan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas 200 MW

 Kamis, 17 November 2016, 20:23 WITA

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 
Beritabali.com, Denpasar. Setelah sebelumnya sempat tersendat karena mendapat berbagai penolakan dari berbagai kalangan masyarakat. Akhirnya kini, PT Indonesia Power wilayah Bali miliki tambahan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG‎) 200 Megawatt (MW).
 
Pembangkit yang baru dioperasikan diwilayah Pesanggaran Jalan Baypass Ngurah Rai Denpasar itu hari ini, Jumat (28/8) diresmikan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
 
Menurut Pastika, kini hampir semua kebutuhan masyarakat bergantung pada listrik. Baginya, ketersedian energi listrik sangat berpengaruh bagi peningkatan perekonomian Bali yang mengandalkan sektor pariwisata. 
 
"Keberadaan PLTDG ini sangat Ramah lingkungan ditengah krisis BBM. Ini sangat cocok untuk program pemerintah Bali yang clean and green. Ini juga sebagai upaya pemerintah dalam mengurangi subsidi BBM," ucap Pastika,
 
Dalam kesempatan yang sama, juru bicara PLN Bali Satu, Wayan Redika menyatakan dengan beroperasinya pasokan listrik PLTDG 200 MW sehingga saat ini Bali surplus pasokan listrik. Menurutnya, Bali kini memiliki total pasokan listrik mencapai 1300 MW. Sedangkan, selama ini kebutuhan Bali atau beban puncak listrik di wilayah Bali mencapai 781 MW
 
"Kita kini surplus pasokan listrik. Pembangkit listrik di Pesanggaran Denpasar totalnya kini mencapai 370 MW, Gilimanuk PLTG sebesar 130 MW, Pemaron Singaraja PLTG mencapai 80 MW, ditambah kabel laut Jawa Bali atau interkoneksi Jawa Bali mencapai 340 MW. Sekarang berlebih pasokan listrik di Bali atau Golden Period lah," ujar Redika.
 
Dengan berlebihnya kini pasokan listrik di Bali, Redika mengaku kini PLN Bali siap kebutuhan masyarakat Bali, baik dalam hal melayani tambah daya maupun pemasangan listrik baru.
 
 
Sementara itu, Dirut Keuangan Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani menyebutkan bahwa saat ini ada 4 blok mesin yang sudah beroperasi dari tenaga disel dan gas. "Proyek ini dibangun selama 18 bulan dengan target masa akhir kontrak 2013. Karena ada sedikit kendala, baru bisa beroperasi awal pada 4 April 2015," ungkap Inten.
 
Dengan beroperasinya PLTDG 200 MW‎ di Pesanggaran ini ia mengakui dapat menghemat pemakaian BBM sebesar 547 kiloliter perhari. Ia mengaku sebelumnya pemakaian BBM yang dibutuhkan untuk usaha kelistrikan mencapai 2.190 Klt/hari dan kini hanya menghabiskan 1.642 Klt/hari. 
 
"PLTD Gas 200 MW ini akan sangat bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat di Bali juga Indonesia. Saat ini ada selisih hemat lagi 547 Klt/hari penggunaan BBM atau bisa disetarakan hemat lagi Rp 4 Milyar per harinya," jelasnya.
 
‎Baginya, dengan beroperasinya PLTDG 200 MW ini sebagai bukti wujud nyata dari komitmen PLN Grup dalam menjaga pasokan kelistrikan di Bali. Bahkan, keuntungan lain selain menghemat BBM, Inten mengakui juga akan menurunkan kebisingan, getaran dan emisi C02 Gas buang.
 
Ia mengakui memang sempat terjadi kendala dan hambatan penolakan saat rencana pembangunan proyek ini. Namun, seiring waktu dan proses pendekatan serta hasil yang maksimal serta manfaat maupun keuntungan bagi masyarakat serta alam terbukti PLTDG bisa terwujud.
 
"Apa yang kita hasilkan ini dapat dikembangkan untuk pemanfaatan konsumsi gas kebutuhan masyarakat serta kebutuhan industri pariwisata Bali," tandasnya.[bbn/dws]

Penulis : bbn/net

Editor : Tantri



Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami




Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending