News

Badung Gelar Focus Group Discussion Subak Kabupaten Badung

 Selasa, 08 November 2022, 23:09 WITA

bbn/Humas Badung/Badung Gelar Focus Group Discussion Subak Kabupaten Badung

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Badung. 

Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) Subak Kabupaten Badung Tahun 2022, bertempat di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (7/11). 

Turut hadir Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung I Made Sutama, Kepala Dinas Kebudayaan Badung Gede Eka Sudarwitha, perwakilan OPD terkait di Pemkab Badung, perwakilan Camat se-Badung, Majelis Madya Subak I Made Suka, Narasumber I Ketut Suamba, Kepala Bidang Pangan Penyuluhan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung Gede Sudarta, Penyuluh Pertanian Utama pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Made Oka Parwata, beserta para peserta kelian subak se-Badung. 




 
Kepala Dinas Kebudayaan Badung Gede Eka Sudarwitha dalam sambutanya menyampaikan, eksistensi keberadaan subak kedepannya akan semakin terancam, mengingat perkembangan jumlah penduduk yang semakin pesat. 

Dimana luas wilayah tidak pernah berkembang, sedangkan luas lahan subak semakin menyusut akibat adanya alih fungsi lahan.

 “Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kelestarian serta keberadaan subak. Maka dari itu Pemerintah Kabupaten Badung sangat mendukung sekaligus mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan FGD ini, sebagai solusi untuk menggali serta memecahkan permasalahan yang ada akibat degradasi lahan dan alih fungsi maupun eksistensi subak itu sendiri. Oleh sebab itu dengan adanya  Eco-Cultural Tourism dapat dijadikan solusi untuk saling mensinergikan bidang pertanian dan pariwisata dikalangan peradaban subak. Dimana Eco-Cultural Tourism adalah konsep dimana aspek ekologis, budaya suatu wilayah digabungkan bersama-sama untuk menciptakan surga wisata alam. Konsep ini merupakan tujuan wisata, dimana anugerah budaya dan alam menjadi daya tarik utama, yang dianggap sebagai strategi potensial untuk mendukung konservasi habitat alam bersama dengan meningkatkan perekonomian bagi masyarakat setempat. Untuk meningkatkan peradaban subak sebagai Eco-Cultural Tourism, merupakan strategi prioritas yakni memanfaatkan kekuatan, kearifan budaya subak itu sendiri,” ucapnya.


Halaman :





Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.



Hasil Polling Calon Bupati Badung 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending