News

3 Calo Tiket di Mandalika Diinterogasi Polisi

 Sabtu, 19 Maret 2022, 23:15 WITA

beritabali/ist/3 Calo Tiket di Mandalika Diinterogasi Polisi.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, NTB. 

Tiga calo tiket MotoGP Mandalika yang berkeliaran di sekitar Masjid Nurul Bilad Mandalika, Lombok Tengah, diamankan polisi. Mereka langsung diinterogasi petugas, Sabtu(19/3).

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, mengatakan ketiga calon tersebut merupakan warga Lombok. Mereka mengaku mendapat tiket dari penonton yang batal menyaksikan MotoGP.

"Setelah diinterogasi, mereka mengaku mendapatkan tiket dari penonton yang sudah membeli tiket tapi batal untuk menonton, lalu para calo membeli tiket tersebut dan menjualnya kembali," katanya.

Mereka diimbau untuk tidak melakukan hal serupa. Apalagi menjual tiket dengan harga tinggi di atas harga semestinya.

“Tidak ditahan. Cuma kita imbau jangan lagi menjual tiket dengan harga yang begitu tinggi," ujarnya.

Mereka didata dan berikan arahan tidak mengulangi perbuatan serupa. Keberadaan calo tiket di Lombok cukup banyak menjelang dan saat MotoGP Mandalika digelar. Umumnya mereka menjual dengan harga lebih tinggi, dengan memanfaatkan stok tiket yang sudah habis terjual.

Penonton yang ingin menyaksikan MotoGP berani membayar dengan harga mahal demi mendapatkan tiket tersebut. 

Sementara itu Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) NTB, Dewantoro Umbu, menilai pemerintah memberikan peluang bagi makelar dan penipu penjualan tiket MotoGP Mandalika.

Menurutnya, hal tersebut terjadi lantaran semua tiket ludes terjual di sistem penjualan karena diduga telah diborong oleh beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Pemerintah Provinsi NTB.

"Jadi begini, tiket itu diborong sama BUMN dan Pemprov sehingga tiket habis di sistem penjualan. Nah, di situlah timbul memberikan peluang penipu sama makelar," ungkapnya, dikutip ntbsatu.com, Jumat (18/3). 


Halaman :



Tonton Juga :



Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.