Misteri

Peneliti Jerman Sukses Bongkar Misteri Kuntilanak, Kok Bisa?

 Minggu, 26 Februari 2023, 11:15 WITA

beritabali.com/cnbcindonesia.com/Peneliti Jerman Sukses Bongkar Misteri Kuntilanak, Kok Bisa?

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Dunia. 

Di Indonesia hantu lekat dengan kehidupan manusia. Jika ada hal-hal yang dianggap tidak masuk akal, maka biasanya hantu bakal dijadikan kambing hitam.

Ini menunjukkan bagaimana masyarakat kita sangat kental dengan takhayul. Sebagai contoh, tuyul suka disalahkan apabila terjadi kehilangan uang secara misterius. Namun, seiring berjalannya waktu mulai banyak riset mengungkap bahwa tuyul adalah konsep takhayul yang dibuat oleh orang miskin yang iri terhadap orang kaya. 

Salah satu hantu paling populer yang menjadi misteri adalah kuntilanak. Kuntilanak biasanya digambarkan sebagai sosok perempuan berbaju putih, berambut panjang, dan sering tertawa nyaring yang menyeramkan. Penggambaran ini kemudian menimbulkan berbagai pertanyaan tentang asal-usulnya. Hingga akhirnya, antropolog Jerman bernama Timo Duile sukses mengungkapnya. 



Penelitian Timo Duile itu berjudul "Kuntilanak: Ghost Narratives and Malay Modernity in Pontianak, Indonesia" yang dipublikasikan Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia pada 2020.

Perlu diketahui, kuntilanak tak hanya ada di Indonesia, melainkan juga di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam, yang menyebutnya pontianak. Di negara-negara tersebut kuntilanak atau pontianak digambarkan sebagai mayat hidup yang mengancam manusia karena tidak dapat menemukan kedamaian setelah meninggal. 

Penamaan pontianak di Malaysia sebagai kata ganti kuntilanak tidak terlepas dari kaitannya dengan asal-usul Kota Pontianak. Kata Pontianak sendiri berasal dari bahasa Melayu 'Ponti' yang berarti pohon tinggi. Asal kata ini berkaitan erat dengan kondisi alam di Delta Sungai Kapuas dan Landak yang jadi cikal-bakal Kota Pontianak.

Jadi, di wilayah tersebut banyak pepohonan tinggi yang banyak ditempati roh-roh. Roh sendiri adalah pandangan lazim dalam masyarakat animisme. Roh berbeda dengan dewa dan umumnya memiliki berbagai sifat seperti manusia, ada yang jahat, baik, atau netral. Karenanya roh bisa hidup berdampingan dan saling berkomunikasi dengan manusia.


Halaman :



Tonton Juga :



Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.



Hasil Polling Calon Gubernur Bali 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending