Misteri

Misteri Kuburan Kaisar Cina Yang Dikelilingi Parit Beracun

 Kamis, 19 Januari 2023, 14:23 WITA

beritabali.com/cnbcindonesia.com/Misteri Kuburan Kaisar Cina Yang Dikelilingi Parit Beracun

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Dunia. 

Terkubur di bawah bukit di Cina tengah, terbaring seorang kaisar yang kuburannya tidak pernah dibongkar selama lebih dari dua ribu tahun. Makam kuno itu dikelilingi parit bawah tanah berisi merkuri yang beracun.

Mengutip laporan LiveScience, makam itu menyimpan rahasia kaisar pertama Cina, Qin Shi Huang, yang meninggal pada 10 September 210 SM, setelah menaklukkan enam negara yang bertikai untuk menciptakan negara bersatu pertama di Cina.

"Bukit besar, tempat kaisar dimakamkan, tidak ada yang pernah masuk ke sana," kata arkeolog Kristin Romey, konsultan kuratorial untuk pameran Terracotta Warrior di Discovery Times Square Kota New York.

Penemuan yang menggemparkan

Pada tahun 1974, para petani menemukan salah satu penemuan arkeologi terpenting sepanjang masa di sebuah ladang sederhana di provinsi Shaanxi, Cina. Saat menggali, mereka menemukan patung seukuran manusia yang terbuat dari tanah liat.

Penggalian arkeologi menemukan istana Qin Shi Huang, kaisar pertama Cina, yang terkenal dengan ribuan patung prajurit dari tanah liat dan kuda perang seukuran aslinya, termasuk patung pejabat terhormat, dan hewan lainnya.

Tampaknya, patung tentara ini dibuat untuk menjaga makam Qin Shi Huang, penguasa dinasti Qin yang memerintah dari tahun 221 hingga 210 SM.

Selama hampir empat dekade, para arkeolog telah menggali situs tersebut. Sejauh ini, mereka telah menemukan sekitar 2.000 patung tentara, tetapi para ahli memperkirakan totalnya ada lebih dari 8.000.

"Mereka akan menggali di sana selama berabad-abad," prediksi Romey.

Namun, para ilmuwan belum pernah menyentuh makam pusat, yang menyimpan sebuah istana berisi tubuh Qin Shi Huang.


Halaman :



Tonton Juga :



Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan pengiklan. Wartawan Beritabali.com Network tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.