Misteri

Cerita Warga Bali Yang Pernah Berkunjung ke Alam 'Memedi'

 Senin, 24 April 2023, 03:53 WITA

beritabali.com/ist/Cerita Warga Bali Yang Pernah Berkunjung ke Alam 'Memedi'

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Beberapa warga di Bali mengaku pernah masuk atau "berkunjung" ke alam "memedi" (mahluk halus). Seperti apa cerita mereka?

Beberapa responden warga sempat diwawancarai oleh penulis dan peneliti fenomena "memedi" IB. Arya Lawa Manuaba atau Gus Arya. Mereka menyebutkan mengenai situasi alam para memedi tersebut dan bentuk badan mereka. 

"Alam mereka (memedi) sama seperti di Bumi. Mereka punya keluarga, sistem masyarakat dan transportasi. Namun, dari pengakuan beberapa responden yang pernah masuk ke alam itu entah karena diculik atau tidak sengaja tersesat, mereka tidak pernah melihat matahari atau bulan. Yang ada hanya suasana langit yang remang-remang persis sandikala, dan itu berlangsung terus-menerus," jelas Gus Arya kepada beritabali.com.

Beberapa responden, kata Gus Arya, memiliki kesamaan pengakuan, yakni suasana langit yang remang-remang bagaikan senja abadi.

Dari pengakuan responden lain, didapatkan data bahwa usia para memedi mencapai ratusan tahun. Seorang responden mengaku memiliki kawan seorang memedi yang usianya 125 tahun namun masih tampak seperti gadis belia. 

"Tak hanya itu, kaum memedi mempunyai kemampuan mistik yang menakjubkan. Mereka bisa menghilang, berubah bentuk menjadi makhluk lain, dan menyembuhkan penyakit. Di alam mereka juga ada banyak permata dan batu-batu mulia yang berkhasiat. Beberapa benda itu diberikan kepada manusia untuk menyembuhkan penyakit. Namun, khasiat batu-batu itu ada batas waktunya,"ujar Gus Arya. 

Di alam para memedi, terdapat emas yang agak berbeda dengan emas yang lazim ditemui di dunia manusia. Emas ini ada di sungai-sungai. Menurut keterangan beberapa narasumber (responden), sungai-sungai di alam para memedi berhubungan dengan sungai di alam manusia. Itulah sebabnya mereka dan manusia bisa keluar-masuk lewat jalur sungai.

Beberapa kategori data telah berhasil dikumpulkan, yakni terkait dengan suasana umum alam para memedi, makanan para memedi, bentuk tubuh mereka, dan apa yang terjadi setelah korban penculikan (atau korban tersesat ke alam gaib) pulang kembali ke dunia manusia. 

"Data ini pastinya sangat berharga untuk kajian selanjutnya, namun juga masih jauh dari kata lengkap. Yang jelas, satu kesimpulan sementara yang berhasil didapatkan adalah mengenai suasana alam para memedi tersebut. Ternyata, ada perbedaan antara alam para memedi, tonya dan wong samar," ujarnya. 

Para memedi memiliki alam yang tidak diterangi cahaya matahari, sementara para wong samar memiliki alam yang masih diterangi cahaya matahari yang sama. Ini menimbulkan praduga bahwa alam mereka terletak di tempat yang berbeda.


Halaman :





Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending