Hukrim

Hakim Dinilai Abaikan Putusan MDA, 11 Warga Banyuasri Kesepekang Nyatakan Banding

 Kamis, 20 Juni 2024, 07:22 WITA

beritabali/ist/Hakim Dinilai Abaikan Putusan MDA, 11 Warga Banyuasri Kesepekang Nyatakan Banding.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Buleleng. 

Sebelas warga kesepekang di Desa Adat Banyuasri merasa kecewa dengan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Singaraja yang menangani gugatan permasalahan di Desa Adat Banyuasri

Bahkan, mereka menilai putusan tersebut tidak mengacu pada putusan yang telah dikeluarkan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali sehingga bakal melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar.

Hal itu terungkap, Rabu 18 Juni 2024 saat perwakilan warga yang kesepekang bersama kuasa hukumnya Nyoman Mudita, SH., di salah satu rumah warga di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Warga yang melakukan gugatan melalui kuasa hukumnya menyebutkan Majelis tidak mencermati sama sekali putusan MDA yang menjadi objek sengketa perkara ini.

“Kalau kita baca amar putusan hakim ini, kita kan draw ini. Gugatan kami juga ditolak, gugatan rekonvensi tergugat juga ditolak. Justru yang dikabulkan itu adalah apa yang sudah tidak dibenarkan oleh keputusan MDA Provinsi Bali ini. Sehingga kami boleh berpendapat bahwa majelis hakim yang menyidangkan perkara ini mengabaikan keputusan MDA Provinisi Bali. Majelis tidak mencermati sama sekali putusan MDA yang menjadi objek sengketa perkara ini,” tegas Mudita.

Majelis Hakim juga dinilai tidak menguasai materi gugatan yang disampaikan sehingga mempertanyakan putusan yang telah ditetapkan. 

“Objek ini betul-betul tidak dicermati, tidak diteliti untuk memperkuatkan keputusan MDA Provinsi Bali ini sebagai lembaga tertinggi adat di Bali. Kenapa putusan majelis hakim tidak berdasarkan pada putusan MDA Bali,” tegasnya.


Halaman :


Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami




Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Bupati Buleleng 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending