Ekbis

Proyek Kereta Bawah Tanah di Bali Tak Gunakan APBN, Investor Bisa Bangun Fasilitas Pendukung

 Kamis, 30 Mei 2024, 23:47 WITA

bbn/liputan6.com/Proyek Kereta Bawah Tanah di Bali Tak Gunakan APBN, Investor Bisa Bangun Fasilitas Pendukung.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Pembangunan kereta bawah tanah di Bali saat ini tengah dirancang bakal sepenuhnya didanai pihak investor alias tak menggunakan dana APBN maupun dari pinjaman luar negeri.

"Ini akan menjadi proyek besar pertama di Indonesia yang menggunakan mekanisme itu," kata Dirut PT. Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ) Ari Askhara, Rabu (29/5) di Denpasar.

SBDJ adalah Badan Usaha Milik Daerah yang dibentuk oleh Pemprov Bali melalui Bali Development Fund (BDF) dan Pemkab Badung melalui PT Badung Hebat Jaya. SBDJ ditugaskan untuk menginisiasi proses tender proyek Bali Urban Rail and Associated Facilities yang menaungi pembangunan subway tersebut. Model pembiayaan itu, menurut Ari, mengadopsi pembiayaan Mass Rapid Transport (MRT) di Kanada saat pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan kota Quebec dengan Toronto dan menjadi model yang pertama di dunia.

Ide untuk melakukan pembiayaan ini dipicu oleh peristiwa kemacetan jalan menuju Bandara Ngurah Rai pada 29 Desember 2023 dimana wisatawan lokal maupun internasional terpaksa berjalan kaki hingga 4 kilometer untuk menuju bandara. Peristiwa yang mencoreng industri pariwisata Bali dan Indonesia itu menimbulkan pertanyaan mengenai langkah apa yang akan dilakukan Pemerintah Indonesia dan khususnya Bali.

Pembangunan jalur kereta ke bandara sebenarnya telah dirancang oleh pemerintah dengan menggunakan dana pinjaman dari Pemerintah Korea Selatan. Namun prosesnya dirasa masih akan memerlukan waktu yang cukup lama. Pj Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya bersama BDF kemudian merancang pencarian dana investor dengan menggandeng Ari Askhara sebagai ahli di bidang ini. Setelah SBDJ terbentuk maka dilakukan rekrutmen konsultan dengan reputasi internasional di bidang finansial, teknis dan hukum.

Berikutnya, SBDJ Melakukan market sounding kepada investor potensial dan dilanjutkan dengan menginisiasi proses tender proyek dengan  menerbitkan dokumen Request for Qualification (RFQ). Sejauh ini sudah 8 konsorsium yang menyatakan minatnya berinvestasi.


Halaman :


Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami




Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending