Ekbis

Panen Raya Picu Deflasi di Bali 0,10 Persen

 Selasa, 04 Juni 2024, 11:49 WITA

beritabali/ist/Panen Raya Picu Deflasi di Bali 0,10 Persen.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, perkembangan harga Provinsi Bali pada Mei 2024 secara bulanan mengalami deflasi sebesar -0,10% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,32% (mtm) dan lebih dalam dibandingkan deflasi nasional sebesar -0,03% (mtm). 

Namun secara tahunan, inflasi Provinsi Bali sebesar 3,54% (yoy), masih lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,84% (yoy).

"Secara spasial, Singaraja mengalami deflasi paling dalam yaitu, sebesar -0,33% (mtm) atau 2,92% (yoy), diikuti Tabanan mengalami deflasi sebesar -0,28% (mtm) atau 3,56% (yoy), Badung mengalami deflasi sebesar -0,09% (mtm), atau 4,01% (yoy), dan Denpasar mengalami inflasi sebesar 0,05% (mtm), atau 3,52% (yoy)," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, Senin (3/6/2024).

Lebih lanjut, berdasarkan komoditasnya, deflasi terutama bersumber dari penurunan harga beras, tomat, daging ayam ras, sawi hijau, dan cabai rawit. 

"Penurunan harga beras dan cabai rawit didorong melimpahnya pasokan sehubungan dengan masuknya musim panen raya di Provinsi Bali," ucapnya.

Penurunan harga tomat dan sawi hijau sejalan dengan meningkatnya pasokan dari Jawa dan membaiknya cuaca. 

Kemudian, penurunan daging ayam ras didorong oleh meningkatnya pasokan dari Jawa dan menurunnya harga jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak. Laju deflasi lebih dalam tertahan oleh peningkatan harga bawang merah dan tarif parkir. 


Halaman :


Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami




Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending