Ekbis

OJK Minta Perbankan Siapkan Pencadangan Antisipasi Ketidakpastian Ekonomi Global

 Jumat, 11 Agustus 2023, 21:17 WITA

bbn/ilustrasi/OJK Minta Perbankan Siapkan Pencadangan Antisipasi Ketidakpastian Ekonomi Global.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat restrukturisasi Kredit terdampak Covid-19 di Bali (berdasarkan lokasi proyek) terus melandai dari Rp45,80 triliun posisi Desember 2020 menjadi Rp26,39 triliun atau turun sebesar 42,37 persen posisi Juni 2023 (Mei 2023: Rp26,81 triliun).

Berdasarkan sektor ekonomi, restrukturisasi kredit Covid-19 di Provinsi Bali didominasi sektor Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum (41,49 persen), sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (22,32 persen), dan sektor Rumah Tangga (16,34 persen).

Kepala OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara, Kristrianti Puji Rahayu mengatakan OJK mendukung transisi yang baik (smooth) dari era pandemi dengan melakukan normalisasi kebijakan secara bertahap (targeted) sehingga tidak menimbulkan guncangan (cliff effect) 

“Kebijakan ini ditempuh secara terukur sehingga tidak menimbulkan moral hazard,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya belum lama ini di Denpasar.

Dirinya meminta perbankan dan perusahaan pembiayaan agar terus membentuk pencadangan yang memadai untuk mengantisipasi berbagai ketidakpastian bersumber dari perekonomian global ke depan.

OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara menilai kinerja Industri Jasa Keuangan di Provinsi Bali posisi Juni 2023 tetap terjaga stabil, tercermin dari fungsi intermediasi berjalan baik.

"Likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang memadai, rasio Loan at Risk (LaR) terus mengalami penurunan. Adapun kecukupan modal BPR yang tercermin pada Capital Adequacy Ratio (CAR) BPR dan juga likuiditas BPR terjaga di atas threshold," paparnya.

Lebih lanjut disampaikan, jika dilihat dari data sektor perbankan Juni 2023 menunjukkan penyaluran kredit maupun penghimpunan DPK mengalami pertumbuhan. Penyaluran kredit mencapai Rp101,15 triliun atau tumbuh 4,20 persen yoy lebih tinggi dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 2,66 persen yoy.


Halaman :


Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami








Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending