Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Kasus Penipuan Mutasi Mobil, Pelapor Pertanyakan Keluarnya SP3 dari Penyidik
Selasa, 25 Juni 2019,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Kasus penipuan mobil Mitsubishi Pajero Sport yang dilaporkan Nyoman Budiana ke Ditreskrimum Polda Bali 26 Oktober 2016 dengan terlapor AARS kembali dipertanyakan.
[pilihan-redaksi]
Budiana sangat keberatan dikeluarkannya Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) tertanggal 4 Oktober 2017 tersebut. Bahkan pria asal Buleleng itu sama sekali tidak pernah mendapat pemberitahuan keluarnya SP3 dari penyidik Ditreskrimum Polda Bali.
Budiana sangat keberatan dikeluarkannya Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) tertanggal 4 Oktober 2017 tersebut. Bahkan pria asal Buleleng itu sama sekali tidak pernah mendapat pemberitahuan keluarnya SP3 dari penyidik Ditreskrimum Polda Bali.
Yang lebih miris lagi, kata Budiana, terlapor AARS sempat berstatus tersangka karena penyidik sudah memiliki bukti kuat. Selain itu penyidik juga sudah membuat Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).
“Padahal AARS sudah berstatus tersangka. Tapi kemudian penyidik mengeluarkan SP3 terkait kasus ini. Aneh sekali,” bebernya didampingi pengacaranya, I Wayan Ardika, Senin (24/6/2019).
Pelapor Budiana mengatakan kasus ini terjadi sekitar tahun 2014, saat dirinya membeli mobil Mitsubhisi Pajero Sport dari Herry Wangko Dotulong, Direktur PT Internet Madja Abadi Milenindo. Namun karena kondisi mobil rusak berat, mobil terjual seharga Rp 175 juta. Selanjutnya, Budiana memperbaiki mobil itu dan menghabiskan biaya Rp 200 juta.
"Klien saya dan AARS ini sebenarnya teman baik. Oleh karena itu korban minta tolong kepada AARS untuk mutasi kendaraan tersebut atas nama korban. Kebetulan dia (AARS) pejabat Dispenda Badung dan istrinya tugas di Polda Bali pangkat AKBP," ujar Ardika.
Namun, rupanya mobil tersebut dimutasi atas nama terlapor AARS. Padahal sebelumnya korban meminta agar mobil tersebut balik nama atas namanya sendiri. “Saya tidak pernah menjual atau menandatangani kwitansi jual beli dengan terlapor AARS,’ timpal Budiana.
Merasa dirugikan, Budiana melaporkan kasus ini ke Polda Bali, 26 Oktober 2016 lalu. "Setelah diperiksa saksi-saksi dan kasusnya ditingkatkan ke penyidikan. Waktu itu penyidiknya Kompol Putu Gunawan. Bahkan barang bukti mobil sudah mau disita tapi batal. Tiba-tiba penyidiknya dimutasi. Nah sekarang mobil itu ada pada terlapor," tandasnya.
[pilihan-redaksi2]
Sejalan pemeriksaan berlangsung, penyidik Ditreskrimum Polda Bali mengeluarkan SP3 No.B/327-a/X/2017/Ditreskrimum, dengan alasan tidak cukup bukti. Akibatnya, Budiana melaporkan kasus ini ke Ombudsman RI Perwakilan Bali, Kompolnas, Kabareskrim, Itwarsum, Div. Propam Polri, Wasidik Bareskrim, termasuk ke Kapolda Bali. “Kami ingin hukum ditegakkan dan kebenaran diungkap," sebut Ardika.
Sejalan pemeriksaan berlangsung, penyidik Ditreskrimum Polda Bali mengeluarkan SP3 No.B/327-a/X/2017/Ditreskrimum, dengan alasan tidak cukup bukti. Akibatnya, Budiana melaporkan kasus ini ke Ombudsman RI Perwakilan Bali, Kompolnas, Kabareskrim, Itwarsum, Div. Propam Polri, Wasidik Bareskrim, termasuk ke Kapolda Bali. “Kami ingin hukum ditegakkan dan kebenaran diungkap," sebut Ardika.
Menanggapi keluhan Budiana, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Widjaja mengatakan kasus tersebut sudah diusut tuntas penyidik Ditreskrimum Polda Bali. Namun, bila pelapor menganggap kasus tersebut cacat hukum, silahkan mengajukan keberatan.
“Itu hak pelapor menganggap cacat, karena penyidik sudah pertimbangkan masak-masak dengan gelar perkara. Namun apabila masih cacat anggap silakan ajukan keberatan,” tegasnya Senin (24/6/2019). (bbn/Spy/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
6.532 Warga Turun ke Jalan, Tabanan Gelar Grebeg Sampah Serentak
Dibaca: 6602 Kali
02
Pelajar Tabanan Raih Prestasi Nasional FLS2N 2025, Bupati Sanjaya Bangga
Dibaca: 5440 Kali
03
Turis Somalia Ngamuk Tuduh Sopir Curi HP, Ternyata Terselip di Jok Mobil
Dibaca: 4884 Kali
04
05
Gudang BRI Ubud Ambruk Akibat Longsor
Dibaca: 4698 Kali
ABOUT BALI
Film Dokumenter Hidupkan Kembali Sejarah Tari Kecak di Bedulu
Senin, 22 September 2025
Makna Tumpek Landep Menurut Lontar Sundarigama
Sabtu, 20 September 2025
Tari Sanghyang Dedari Nusa Penida Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Sabtu, 23 Agustus 2025
Mengenal Tetebasan Gering, Topik Menarik di Festival Lontar Karangasem
Jumat, 30 Mei 2025
29 Pasangan Ikuti Nikah Massal di Pengotan
Kamis, 15 Mei 2025