About Bali

Catatan Jurnalistik I Gusti Ngurah Wisnu Wardana

Buku Amor Ing Acintya: Upacara Kematian di Bali Bagai Festival Bagi Warga Luar

 Sabtu, 29 Juni 2024, 19:38 WITA

beritabali/ist/Buku Amor Ing Acintya: Upacara Kematian di Bali Bagai Festival Bagi Warga Luar.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Denpasar. 

Sabtu, 29 Juni 2024 di Denpasar dipilih sebagai ‘hari baik’ untuk meluncurkan buku karya dari Ngurah Wisnu, nama lengkap dari I Gusti Ngurah Wisnu Wardana yang hampir 50 tahun bergelut sebagai jurnalis dalam acara bertajuk ‘Bedah Buku, Sembari Nyeruput Kopi’ di Denpasar.

Menurut penulis, buku ini ditulis untuk mengisi hari tua, karena profesi jurnalis tidak mengenal kata pensiun. Ia sangat percaya bahwa umur manusia hanya tiga hari yaitu kemarin; hari ini dan hari esok. 

“Kemarin adalah kenangan; hari ini kenyataan; dan hari esok adalah harapan,” jelasnya sambil menambahkan, meski tiga hari, apapun aktivitas yang dilakukan oleh seorang jurnalis tidak akan pernah tuntas hingga ke liang lahat. 

Buku “Catatan Jurnalistik, Mencari Kitab Suci” merupakan karyanya pada wakti hari kemarin (2023), sedangkan buku “Catatan Jurnalistik Amor Ing Acintya, Kehidupan setelah Kematian” sebagai karya hari ini (2024). Dan, hari esok, ia telah menyiapkan buku “Catatan Jurnalistik: Goa Gajah-Bali Setara Kampus Oxford-Inggris”.

Seluruh karya Catatan Jurnalistiknya, mengisahkan catatan kebudayaan (nusantara, khususnya Bali) yang berbau spiritual. Seperti buku Mencari Kitab Suci yang mengisahkan bahwa sejatinya kitab suci bangsa Indonesia itu ada dalam diri-sendiri yaitu bagaimana kita bertpikir, berkata dan berbuat yang positif. 

Bahkan budaya ‘sesajen’ yang dilakukan sehari-hari oleh nenek moyang bangsa ini, ternyata dapat dibuktikan secara ilmiah (dengan teori Kimia Nano) dimana bunga mampu memancarkan aura positif bagi lingkungannya. 

Mungkin itu sebabnya, pulau Bali sering mendapat kunjungan dari orang-orang suci seperti Dalai Lama dan tokoh lainnya, termasuk Raja Salman (raja Arab Suadi) yang memperpanjang masa liburannya di Bali.

Kemudian buku Amor ing Acintya menggambarkan bahwa orang luar melihat upacara kematian di Bali bagaikan sebuah pesta-pora. 


Halaman :


Berita Beritabali.com di WhatsApp Anda
Ikuti kami




Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Walikota Denpasar 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending