Selasa Pon, 7 September 2010 11:22 wita  
www.beritabali.com > Gianyar > Seni Budaya
PERISTIWA EKONOMI BISNIS SOSIAL & POLITIK IPTEK HUKUM & KRIMINAL OLAH RAGA SENI BUDAYA INFO WISATA HIBURAN BALI KULINER KESEHATAN KRAMA BALI
DENPASAR BADUNG GIANYAR BANGLI KLUNGKUNG KARANGASEM BULELENG TABANAN JEMBRANA

[Klungkung.Seni Budaya] 27.12.2009 13:47
Tisna Bongkar ”Kuburan”, Djirna Minta Alat Berat
Beritabali.com, Lepang, Seniman asal Bandung Tisna Sanjaya akan membongkar ”kuburan” karyanya di Pantai Sanur, Denpasar dan memboyong ke Pantai Lepang Klungkung, bertepatan dengan pembukaan happening art ”Apa Ini, Apa Itu”, Selasa 29 Desember mendatang.

Perhelatan seni kontemporer akhir tahun ini akan berlangsung 24 jam nonstop hingga 31 Desember 2009.

Ketua panitia Wayan Sujana Suklu menjelaskan Tisna, yang dikenal dengan penampilan dan karya seni instalasinya itu pada Agustus 2009 lalu mengubur karya di pantai ketika tampil dalam Sanur Village Festival.

”Dia menunggu ada kesempatan acara di Bali untuk menggali kembali karya tersebut dan menghidupkannya di acara baru ini,” kata Suklu di sela-sela persiapan di Lepang, Klungkung kemarin.

”Apa Ini, Apa Itu” rencananya dibuka Bupati Klungkung Wayan Candra yang ditandai dengan penampilan para penambang pasir (galian C) asal Klungkung pada Selasa 29 Desember 2009 mulai pukul 16.00 wita di Wantilan Subak Pantai Lepang.

Orkestra beleganjur kontemporer turut memeriahkan acara yang berjalan sambung-menyambung selama tiga hari.

Terkait seni pertunjukan yang akan digelar, Tisna yang saat ini sedang berlibur bersama keluarga di Kuta, belum bersedia merinci apa yang akan dilakukan terhadap karnyanya itu. Yang jelas, dia ingin berkolaborasi dengan seniman Nyoman Erawan yang juga memiliki karakter kuat di seni rupa, instalasi dan performance.

Kata Suklu, berbagai kemungkinan kolaborasi juga bakal terjadi di antara 27 seniman peserta ”Apa Ini, Apa Itu” bahkan dengan masyarakat penonton.

Sejumlah seniman telah melakukan persiapan di dua lokasi acara yakni di studio Suklu dan di pantai. Seniman Nyoman Sujana Kenyem hampir merampungkan karya instalasi bambu yang diberi judul ”Menunggu Angin”, sedangkan Wayan Sudiarta membangun kubangan lumpur untuk melengkapi atraksinya.

Seniman nyentrik Welldo Wnophringgo juga telah dibuatkan rumah seni yang akan mengurungnya selama 53,5 jam untuk berkarya.

Made Djirna yang selama ini dikenal pendiam bakal membuat kejutan. Seniman asal Kedewatan Ubud itu meminta panitia
menyiapkan sebuah eskavator (alat berat) yang akan melengkapi kejutan 'performance'-nya nanti.

Tak kalah seru penampilan musik kontemporer Ngurah Mahardika, Wayan Pacet, dan Gusti Sudibia dengan 100 gendang jembe-nya.

Ketut Suanda yang selama ini dikenal sebagai pelawak dengan nama Cedil akan tampil dalam format pertunjukan yang lain yakni gubahan musik yang jarang dipanggungkan, apalagi bersamaan dengan melawak.

Peserta dari Belanda Charlie Crooijmans kepada panitia meminta maaf karena baru mendapat tiket ke Bali pada 1 Januari.

Kendati begitu seniman ini telah mengirimkan karya video art yang akan diputar pada saat acara nanti. Seniman asal
Malaysia Shoosie Sulaiman yang sedang pameran di Sidney akan hadir sehari setelah pembukaan, namun seniman yang kerap mengikuti berbagai ajang biennale internasional itu telah mengirim konsep karya dan dikerjakan oleh sejumlah warga.

Danuta Franzen dari Polandia sudah mengirimkan konsep dan kini sedang digarap secara bergorong royong dengan warga
setempat.

Daniel Kho, salah seorang peserta dan penggagas acara ini menjelaskan acara ini memang ingin mendekatkan seni kontemporer dengan masyarakat.

”Karena itu kita melibatkan warga setempat dan mengajak para pengunjung nanti untuk ikut merespons pertunjukan yang ada,” kata Kho.

Beberapa penari kontemporer bakal unjuk kebolehan untuk merespons seni instalasi karya arsitek asal Yogyakarta Eko
Prawoto dan beberapa karya seni lainnya.

Penari yang dijadwalkan pentas adalah Nyoman Sura, Ni Kadek Diah Kristin, Jasmine Okubo (Jepang) dan Deasylina da Ary (Solo). Penampil lainnya adalah Agung Gunawan, I Gede Made Surya Darma, Wawan Setiawan Husin, dan Putu Satria Kusuma.

Seniman lainnya yang masih sibuk menata karya adalah Daniel Zacharias (fotografi), dan Joko Dwi Afianto (instalasi).

Yang menarik, kolektor Adi Bachman asal Jerman akan memamerkan reproduksi karya seniman dunia seperti Andy Warhol, Francis Bacon, Marc Chagall, Max Ernst, Roy Lichtenstein, Pablo Picasso dan lain-lain.

Repro sejumlah karya masterpiece dunia yang bisanya bisa
dilihat di buku-buku dan museum, dihadirkan di studio Suklu untuk ikut mendorong apresiasi masyarakat terhadap karya seni dunia.

Daniel Le-Claire, art director acara ini mengatakan ”Apa Ini, Apa Itu” yang digelar komunitas Djagad Art House dimaksudkan untuk memberi ruang seluas-luasnya bagi
siapa saja yang setiap hari dikepung pertanyaan tentang berbagai hal di sekelilingnya.

Pencarian jawaban tersebut tentu melalui proses panjang seperti halnya seniman melahirkan karya. Masyarakat diharapkan terlibat secara langsung dan bisa memahami hal-hal yang baru dilihatnya sambil terus mengasah pertanyaan
”Apa Ini, Apa Itu” hingga menemukan jawabnya sesuai versi masing-masing pribadi. (ctg/*)
 
 |  cetak printer | kirim email

Komentar Pembaca ...
untuk berpartisipasi dalam komentar berita, isi data dibawah ini
member ID :   password :
| registrasi | kirim kode aktivasi | lupa password |
Komentar : 
 

 
Kode :  
-> isi kode diatas
 
Berita terkait ...
23.11.2008  Menonton Gulat Lumpur di Ubud
 
  Seni Budaya Denpasar
·
Made Wianta Gelar Pameran Puisi Rupa
·
Gedung Bersejarah Harus Diproteksi Dengan Perda
·
Denpasar Tuan Rumah Pelatihan Kelola Kota Pusaka
  Seni Budaya Badung
·
Puluhan Seniman Tato Ikut Kontes di Kuta
·
Ngaben Tanpa Bakar Jenazah
·
Ribuan Orang Akan Ikut Ritual Ci Suak Massal
  Seni Budaya Gianyar
·
Tari Baris Gede Didaftarkan Ke UNESCO
·
Pemerintah Gandeng BUMN
·
Enam Seniman Ikuti Myanmar-Indonesia Art Exchange
  Seni Budaya Bangli
·
Kerajinan Telur Ukir 'Made In Sidembunut'
·
Puri Bunutin Gelar Ritual Titi Mamah
  Seni Budaya Klungkung
·
Tisna Bongkar ”Kuburan”, Djirna Minta Alat Berat
·
Seniman 6 Negara Ikuti Happening Art “Apa Ini Apa Itu”
·
Seluruh Aktivitas Laut Dihentikan
  Seni Budaya Karangasem
·
Muhu-Muhu, Upacara Mengusir Memedi
·
Gebug Sraya, Tarian Memanggil Hujan
·
Padangbai Festival Kembali Digelar
  Seni Budaya Buleleng
·
33 KM, 5 Ekor Kerbau Diiringi Ribuan Warga
·
5 Kerbau ‘Tanduk Emas’ Diarak dari Panji ke Tajun
·
Kerbau Bertanduk Emas Diarak 33 Kilometer
  Seni Budaya Tabanan
·
Bupati Tabanan Buka Tanah Lot Art Festival
·
Gelar Permainan Tradisional Gangsing
·
Ribuan Umat Hindu Padati Pura Luhur Pakendungan
  Seni Budaya Jembrana
·
Tari Puspa Wangi Obati Pasien Jepang
·
Ribuan Umat Hindu Ikut Melasti
·
Upacara Petik Laut Di Candikusuma
 
   Agenda Bali
pasang agenda 
   Komentar Terbaru
 1  Ratusan Hektar Sawah...

 1  Polisi Tetapkan 5 Or...

 1  Ayo Ngebut Naik Bugg...

 1  Pemuda Dua Banjar Be...

 1  Polres Tabanan Amank...

 3  Koleksi Ratusan Pret...

 3  Polisi Gerebek Blue ...

 12  Kecam Sikap Lembek P...

 1  Polisi Bekuk Ratu To...

 3  Puluhan Preman Seran...

   Info Penting
 1  Villa

 2  Hotel

 3  Bank

 4  ATM Bank

 5  Kantor Konsulat

 6  Biro Perjalanan

    Info Valute (IDR)
  beli jual
USD 8900.00 9050.00
SGD 6610.75 6746.75
HKD 1144.90 1166.20
CHF 8753.85 8927.85
GBP 13692.40 13976.40
AUD 8138.35 8311.35
JPY 105.32 108.14
SEK 1230.90 1262.60
DKK 1537.90 1581.00
CAD 8551.25 8740.25
EUR 11469.90 11690.90
SAR 2364.55 2422.55
20100907 07:07
   Ruang Publik
gianyar oh...gianyar

Pengembangan sarana jalan raya.

Penghentian Proyek Teduh Ayung Riverside

Hari Tanpa Televisi

Renovasi Pura Eka Wira Anantha, Banten, Perlu Bantuan Dana

Wisata Pantai Kerobokan Singaraja

Usut Pelaku Siram Wartawan Dengan Air Keras

Awig-awig Desa Pakraman Direvisi SEGERA

Masyarakat Bali Desak Pemerintah Tuntaskan MDGs

Pemerintah Harus Siap Terapkan Keterbukaan Informasi

partisipasi ruang publik


 
© 2007-2008 Beritabali.com | Tentang Kami | Redaksi | Info Iklan | Media Partner