Selasa Pon, 7 September 2010 10:42 wita  
www.beritabali.com > Badung > Iptek
PERISTIWA EKONOMI BISNIS SOSIAL & POLITIK IPTEK HUKUM & KRIMINAL OLAH RAGA SENI BUDAYA INFO WISATA HIBURAN BALI KULINER KESEHATAN KRAMA BALI
DENPASAR BADUNG GIANYAR BANGLI KLUNGKUNG KARANGASEM BULELENG TABANAN JEMBRANA

[Tabanan.Hukum & Kriminal] 27.07.2010 16:49
Ngutang Rp 15 Juta, Bersyukur Anak Selamat
Beritabali.com, Tabanan, Orang tua Ni Luh Putu Era Yudiastini (20) - korban human trafficking- I Made Astawa (45) dan Ni Nyoman Rusmawati (44) kini hanya pasrah meratapi nasib anaknya yang tertipu berkerja di Malaysia. Astawa pun mengaku harus kerja banting tulang untuk melunasi hutang sebesar Rp 15 Juta yang digunakannya untuk membiayai anaknya berangkat ke negeri jiran tersebut.

Ia yang ditemui didampingi istrinya Ni Nyoman Rusmawati di rumah sederhananya di Banjar Dukuh Gede, Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan, mengaku tetap bersukur karena anaknya pulang dengan selamat.

Dijelaskannya, biaya yang dikelurkannya sekitar Rp 15 Juta untuk memenuhi keinginan anaknya bekerja di luar negeri. Uang itupun didapatkannya dari meminjam sebagian dari LPD yang ada di desanya dan sebagian lagi dipinjam dari
tetangganya.

“Saya pasrah dan berusaha akan melunasi hutang saya tersebut,”katanya lirih. Ia pun belum mengetahui apakah akan menuntut balik perusahaan yang telah menelantarkan anaknya di Malaysia. “Karena saya tidak punya apa-apa dan tidak punya siapa-siapa. Saya serahkan sepenuhnya kepada polisi menangani kasus ini,”jelas Astawa yang diamini oleh istrinya Rusmawati.

Ia kemudian menceritakan sebelum mengijinkan anaknya berangkat ke Malaysia. “Saya sempat minta kepada anak saya untuk cari kerja di Bali saja, tapi anak saya memiliki keinginan yang kuat untuk kerja di luar negeri,” katanya mengawali ceritranya.

Sejak menamatkan sekolah di salah satu Sekolah Pariwisata yang ada di Tabanan, anaknya kemudian sekolah di PLP Nadi Wisata yang ada di Mengwi dengan jurusan spa. Mungkin dari informasi yang didapatkan di sekolahnya itu, anaknya kemudian berkeinginan bekerja di luar negeri.

“Saat itu anak saya mengatakan akan dikerjakan di hotel di Malaysia,” sambungnya. Setelah memenuhi segala persyaratan dan membayar biaya yang boleh dicicil, anaknya kemudian berangkat sekitar bulan April 2010 lalu.

Anaknya berangkat besama dua temanya Ni Luh Sayu Ari Sudewi dan Ni Komang Puranamawati “PLP Nadi Wisata yang memberangkatkan ke Malaysia tidak pernah ke rumah saya, ataupun meminta surat ijin dari orang tua sebagai syarat bekerja di luar negeri,” tambahnya.

Bahkan, anaknya baru mendatangani surat yang juga tidak diketahui isinya oleh anaknya setelah masuk ke Bandara Ngurah Raid dan akan terbang ke Malaysia. “Kata anak saya, surat itu ditandatangani sekitar dua menit, dan isinya pun tidak boleh dibaca, “jelasnya setelah mendapatkan keterangan dari anaknya.

Setelah berada di Malaysia, anaknya kemudian langsung menelpon bahwa ditempatkan di sebuah gudang dan disuruh bekerja sebagai karyawan di perusahaan elektronik. “Setelah mengetahui anak saya tidak bekerja di hotel melainkan bekerja di perusahaan elektronik, saya beberapa kali menanyakan hal itu ke PLP. Namun saya hanya mendapatkan jawaban sabar dan sabar,” terangnya.

Pernah suatu hari anaknya menelpon kehabisan uang, dirinya dengan susah payah meminjamkan uang agar anaknya dapat bertahan hidup. “Kata anak saya,dia tidak boleh mijam uang di tempatnya bekerja di Malaysia. Semuanya harus lapor dulu melalui PLP, kalau udah lapor baru dikasi minjam uang,”tambahnya lagi.

Menurut keterangan anaknya, perlakuan siksaan secara pisik tidak pernah dialami anaknya selama berada di Malaysia. Meski demikian perlakuan kasar seperti dicaci kerap didapatkan anaknya dari tempatnya bekerja. Selama bekerja di Malaysia, anaknya belum pernah mendapatkan gaji dan itu sangat disesalkanya.

“Jangankan gaji, malahan saya yang mengirimi dia uang karena kekurangan bekal,”jelasnya. Ditambahkannya, hari Kamis mendatang anakny akan diminta lagi datang ke Mapolda Bali untuk dimintai keterangannya.

Sementara itu Ni Putu Era Yudiastini belum bisa ditemui dan dimintai karena masih menunggui kakeknya yang sedang sakit di desa sebelah. “Anak saya tadi pesan, dia tidak mau diwawancarai karena masih menunggu kakeknya yang sedang sakit,“pungkasnya. (nod)
 
 |  cetak printer | kirim email

Komentar Pembaca ...
1 dika1 , 28.07.2010 dari 66.222.214.13 :
saya harap pihak segera menindaki laporan ini untuk melindungi hak2 pribadi dan tenaga kerja yg dikirim dari bali khususnya.semoga hal ini tidak terjadi lagi kedepan dan buat calon tenaga kerja dari bali,harap apapun yg anda akan isi tanda tangan baca!kalau tidak mengerti dan tidak boleh dibaca? tanyakan, apabila tidak jelas jangan tanda tangan.itu hak anda.
untuk berpartisipasi dalam komentar berita, isi data dibawah ini
member ID :   password :
| registrasi | kirim kode aktivasi | lupa password |
Komentar : 
 

 
Kode :  
-> isi kode diatas
 
Berita terkait ...
 
  Iptek Denpasar
·
Bali Perlukan Dana Rp. 86 M
·
Rp. 40,8 Milyar untuk Bantuan Operasional Pendidikan
·
1.800 Siswa di Bali Putus Sekolah
  Iptek Badung
·
Implementasi IPV6 Tuntas Tahun 2013
·
Setiap Hari Bali Hasilkan 750 Ton Sampah Plastik
·
Indonesia Galang Dukungan 20 Negara
  Iptek Gianyar
·
Dididik Guru Bule, Dilatih Bahasa Inggris dan Balet
·
Tak Ada Laporan Kebocoran Soal
·
Kadisparda Gianyar Tampik Ada Foto Syur
  Iptek Bangli
  Iptek Klungkung
·
Sosialisasi untuk Anak-Anak dengan Boneka
·
4 Sekolah di Nusa Penida Sudah Online
  Iptek Karangasem
·
Petani Salak Cenderung Pakai Biji Ketimbang Cangkok
  Iptek Buleleng
·
2 Tahun Kedepan Bali Miliki Zonasi Kawasan Pesisir
·
Pendistribusian Soal UN SMP Dikawal Ketat Polisi
·
Tiga Peserta UASBN Dinyatakan Gugur
  Iptek Tabanan
·
Gubernur Turunkan Tim Survei ke Sekolah
·
Nelayan Lobster Ikut Selamatkan Terumbu Karang
·
Siswa Tabanan Wakili Indonesia di Olimpiade Biologi
  Iptek Jembrana
·
Jembrana Raih Indonesia Open Source Award
·
Ratusan Siswa Harus Mengulang
·
UN SMP Terhindar dari 'Kisruh'
 
   Agenda Bali
pasang agenda 
   Komentar Terbaru
 1  Ratusan Hektar Sawah...

 1  Polisi Tetapkan 5 Or...

 1  Ayo Ngebut Naik Bugg...

 1  Pemuda Dua Banjar Be...

 1  Polres Tabanan Amank...

 3  Koleksi Ratusan Pret...

 3  Polisi Gerebek Blue ...

 12  Kecam Sikap Lembek P...

 1  Polisi Bekuk Ratu To...

 3  Puluhan Preman Seran...

   Info Penting
 1  Villa

 2  Hotel

 3  Bank

 4  ATM Bank

 5  Kantor Konsulat

 6  Biro Perjalanan

    Info Valute (IDR)
  beli jual
USD 8900.00 9050.00
SGD 6610.75 6746.75
HKD 1144.90 1166.20
CHF 8753.85 8927.85
GBP 13692.40 13976.40
AUD 8138.35 8311.35
JPY 105.32 108.14
SEK 1230.90 1262.60
DKK 1537.90 1581.00
CAD 8551.25 8740.25
EUR 11469.90 11690.90
SAR 2364.55 2422.55
20100907 07:07
   Ruang Publik
gianyar oh...gianyar

Pengembangan sarana jalan raya.

Penghentian Proyek Teduh Ayung Riverside

Hari Tanpa Televisi

Renovasi Pura Eka Wira Anantha, Banten, Perlu Bantuan Dana

Wisata Pantai Kerobokan Singaraja

Usut Pelaku Siram Wartawan Dengan Air Keras

Awig-awig Desa Pakraman Direvisi SEGERA

Masyarakat Bali Desak Pemerintah Tuntaskan MDGs

Pemerintah Harus Siap Terapkan Keterbukaan Informasi

partisipasi ruang publik


 
© 2007-2008 Beritabali.com | Tentang Kami | Redaksi | Info Iklan | Media Partner