• Anda Ingin Beriklan di sini ? Hubungi Kami : 0361-426623 atau melalui Email : marketing@beritabali.com
DENPASAR
BADUNG
GIANYAR
BANGLI
KLUNGKUNG
KARANGASEM
BULELENG
TABANAN
JEMBRANA
27.10.2009 11:39 wita
Facebook Positif atau Negatif? Semakin hari, berita yang disajikan di media cetak maupun elektronik tentang situs jejaring sosial facebook semakin banyak saja. Berita yang disampaikan, adalah tentang permasalahan penyalahgunaan situs ini. Mulai dari kasus fatwa haram, penculikan, pencemaran nama baik, pelecehan, penghinaan, sampai pada masalah black campaign dengan negative campaign.
Melihat maraknya kasus-kasus tersebut menyebabkan situs ini banyak dituding sebagai sebuah situs yang berdampak negatif di kalangan masyarakat (Khususnya di Indonesia). Penulis sendiri tidak mengerti, kenapa mesti menyalahkan situs ini ? Kenapa tidak menanyakan kepada diri kita sendiri, bagaimana seharusnya kita memfungsikan situs ini dengan baik dan benar.
Jika dipikirkan dengan akal sehat, sebenarnya jika difungsikan secara positif maka pasti akan membuahkan hasil yang positif pula. Namun jika sebaliknya difungsikan secara negatif, maka hasilnya pasti akan negatif juga. Hal inilah yang menimbulkan Pro dan Kontra terkait dengan penggunaan/pengaksesan situs ini di masyarakat yang bersifat fenomenal.
Sampai saat ini, situs ini (www.facebook.com) masih banyak digemari oleh berbagai kalangan dari lapisan masyarakat terbawah sampai atas yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan ras. Sehingga aplikasi untuk mengakses situs ini, disediakan juga pada media komunikasi seperti (Hp, Smart Phone, dll). Dengan harapan setiap orang yang memiliki media komunikasi yang dilengkapi dengan aplikasi pengaksesan situs ini, dapat mengaksesnya dimanapun dan kapanpun tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Namun dengan mudahnya pengaksesan situs ini, kita sebagai pengguna diharapkan dapat menyaring informasi-informasi yang ada di dalamnya.
Dalam situs yang dikembangkan oleh Mark Zuckerberg, terdapat banyak sekali fasilitas pendukung yang disediakan sehingga dapat meredupkan kejayaan situs lainnya seperti : Friendster, Digli, dan Fupei. Fasilitas pendukung yang memanjakan pengguna dalam situs ini antara lain : Game, Group, Chatting, Upload Data dan masih banyak lagi fasilitas yang lainnya yang dapat bertambah sewaktu-waktu. Sekali lagi, kasus-kasus yang terjadi ini semoga tidak dapat terulang lagi di masyarakat karena minimnya pengetahuan masyarakat akan kegunaan dan pemanfaatan situs ini.
Pengirim : Agus Aan Jiwa Permana
Staf Pengajar IT
Email : agoes.aan@gmail.com
Komentar Opini ...
13
Davy
, 05.12.2009 : kita memang tidak bisa menutup mata masalah situs jejaring yang telah merambah berbagai lapisan masyarakat, hal inilah yang mungkin ingin dishare oleh penulis kepada masyarakat luas.. gini lho salah 1 gambaran kecil dari pengguanaan situs jejaring tersebut...baik itu dampak "POSITIF" / "NEGATIF". kita nga perlu lihat latar belakang penulis itu sebagai apa ...... Coz ini adalah masalah kepedulian........ So buat yang OTAKnya sempit , mulailah unt berfikir kembali sbelum Comment.......
12
Gerrit
, 03.12.2009 : Masukan aja buat staf pengajar IT, lebih mantep bikin karya tulis tentang pengetahuan IT masa kini dan ke depannya misalnya tentang hardware terkini atau pemrograman masa depan. kalo kaya ini cocoknya kasih jatah pengajar PPKn atau ilmu sosial. rnAyo bersama kita majukan IT Indonesia.
11
made
, 03.12.2009 : dude!isi tulisanmu berbeda dari originalnya?di posting ulang kah?dari pada menulis apa,siapa,dan bagaimana orang menggunakan facebook yg nota bene teman2 yg memosting comment tentu sudah tau, kan lebih baik meributkan bagaimana teman2 bisa mengoptimalkan IT untuk kemudahan hidup atau terobosan2 baru apa yg anda atau teman2 lain capai,itu tujuan sebagai staff pengajar IT itu yg anda lakukan?bukannya meributkan facebook?saya rasa itu point teman2 yg lain ingin sampaikan.fubar!
10
agus aan jiwa p
, 02.12.2009 : Terima kasih atas masukannya saudara". Mungkin ada yang perlu diluruskan dalam hal ini. Penulis sama sekali tidak memandang sebuah situs facebook(fb) sebagai sesuatu yang buruk. sehingga kata-kata MUNAFIK untuk penulis perlu ditarik lagi. Ada baiknya dibaca dulu, baru berkomentar. Yang penulis tekankan disini adalah tentang penyalah gunaan situs ini, yang dapat merugikan pembaca. thx
9
willy indah sari
, 01.12.2009 : ah..ah...facebook itu sich tergantung qt aza!!!qt ga bs memandang sesuatu apakah itu baik ato buruk....itu sdh dikembalikan ke msng2 orgnya aza....mg2 penulisnya ga trl munafik ya dgn keberadaan facebook...HAHAHAHAHAHA
8
madesutana
, 27.11.2009 : " Beli Putu jangan lupa konsep "RWEBINEDE" ADA NEGATIF ADA POSITIF, sekarang tergantung kita mau pake yang mana ........................ P atau N
7
putu bagus
, 16.11.2009 : wah, ternyata teman kita ada yang sampai menemukan dunianya yang kedua dari facebook. wah facebook bisa dipake mengganti dunia yang akan hancur ini dong. Ga lucu deh ahhh . . .rnrnPura-pura dalam perahu kali ye ? whahahahahrn
6
Ady
, 13.11.2009 : Pura pura nggak tahu aja ah.... terserah orang mau bilang apa yang jelas dari facebook saya merasa mempunyai kehidupan yang kedua, (positif/negatif) it's doesn't matter yang penting bagi saya sendiri itu positif. "positif thinking"
5
bebz sevenfold
, 07.11.2009 : Bagi saya pribadi Facebook sangat bermanfaat, I luph facebookerz!
4
Yota E Aryanto
, 03.11.2009 : Tergantung sudut pandang serta implementasi oleh penggunanya. Tiap hal dibuat hampir pasti diarahkan kepada sebuah nilai positif. Situs jejaring sosial ditawarkan justru lebih kepada memberikan perluasan ruang gerak kita dalam bersosialisasi, seperti rekan yang awalnya tidak terjangkau atau sudah entah kemana rimba-nya bisa muncul kembali. Efek samping sebuah produk pasti tidak bisa dielakkan, permasalahannya sekarang bagaimana pengguna dalam 'membaca' dampak negatif yang harus dihindari.