• Anda Ingin Beriklan di sini ? Hubungi Kami : 0361-426623 atau melalui Email : marketing@beritabali.com
DENPASAR
BADUNG
GIANYAR
BANGLI
KLUNGKUNG
KARANGASEM
BULELENG
TABANAN
JEMBRANA
[Gianyar.Peristiwa] 10.10.2008 20:33
Parkir Ubud Semrawut, Tiada Hari Tanpa Macet Ubud, Sebagai sebuah daerah tujuan wisata favorit turis asing di Bali, daerah Ubud hingga kini belum mempunyai sebuah sistem pengaturan parkir yang memadai. Hingga kini parkir kendaraan masih terkesan semrawut. Tiada hari tanpa macet di kampung seni ini.
Kendati sudah dibuatkan areal parkir di depan Museum Puri Lukisan, namun masalah parkir hingga kini tetap menjadi persoalan di daerah seni ini.
“ Kami harap pemerintah benar-benar serius menangani masalah parkir ini, biar tidak semrawut seperti saat ini, “kata Agung Cahaya salah satu warga setempat.
Keluhan Agung ada benarnya. Setiap harinya Ubud selalu diwarnai kemacetan, terutama di ruas jalan sekitar Monkey Forest ke utara menuju arah Puri Ubud.
“Memang pemerintah sudah berbuat untuk mengatasi masalah parkir di Ubud, namun perhatian itu perlu ditingkatkan agar masalah parkir yang semrawut bisa diatasi dengan baik,” ucapnya. (Art)
koplar
, 13.10.2008 dari 202.155.49.178 : sentra2 seni yg ada diubud dikelola lingkungannya sedemikian rupa hingga turis bisa naik mobil mengelilingi sawah/tegalan/jembatan dijurang2 dalam/lingkungan yg penuh dengan hutan dan kehijauan lain, para seniman mengatur ritmenya secara integrasi hingga kegiatannya akan selalu membuat para turis betah berlama2 waktu tinggalnya disana. cari konsultan untuk mengatur ini, pemda kabupaten dan provinsi bahu-membahu ,rakyat senang, pajak lancar, bali semakin dewasa.
4
koplar
, 13.10.2008 dari 202.155.49.178 : saya tulis dengan gaya panas, semata ingin kontribusi memajukan bali dari segala arah, harus all out dan total football, kebayang gak turis turun dari bus di suatu station tertentu, dari sana mereka diangkut oleh kendaraan khas bali yg nyeni/ semacam jimny di philipina (tentunya pasilitas ini agar menyamankan penumpangnya dan ramah lingkungan/mobil listrik), dengan kendaraan nyani inilah mereka diajak melewati setiap jengkal daerah ubud.
tempat2 parkir dibuat bertingkat (lahan bisnis baru)
3
koplar
, 13.10.2008 dari 202.155.49.178 : sekian puluh tahun bali mengelola dirinya, bupati/gubernur silih berganti memerintah, kok masalah parkir saja tidak bisa mengatasinya, kemacetan lalu lintas tidak bisa hanya diatasi oleh polisi atau satu department saja, harus sinergi antar department, turis dan kekayaan alam itu adalah aset, semua pasilitas mengarah pemuasan turis dan rakyat setempat harus tersedia dan layak, inilah citra dan dollar. begitu saja kok gak tahu. silahkan para pejabat melek, jangan tidur melulu.
2
dika1
, 12.10.2008 dari 192.251.125.85 : Saran yang sangat bagus,Pemkab Gianyar harus punya inisiatif seperti ini jangan cuma nunggu diketok.memalukan.
1
acadia
, 10.10.2008 dari 72.224.136.105 : STOP BUS BUS PARIWISATA YAN BESAR MASUK KE UBUD ,KALAU BISA BUPATI MENYEDIA KAN LAHAN PARKIR BUAT BUS BESAR SEBELUM MAMASUKI KAWASAN UBUD ,CONTOH NYA DI DAERAH MEMASUKI PENESTANAN KAN BANYAK LAHAN KOSONG JADI KAN DAERAH SENTRAL PARKIR BUAT BUS DAN TOURIST NYA JALAN KAKI KAN BISA MENAMBAH EKONOMI BUAT MASYARAKAT YANG DI LALUI DAN TOURIS BISA MELIHAT KE INDAHAN ALAM DAN NGAK HANYA TERFOKUS SAMA SATU TUJUAN SAJA TERIMA KASIH