• Anda Ingin Beriklan di sini ? Hubungi Kami : 0361-426623 atau melalui Email : marketing@beritabali.com
DENPASAR
BADUNG
GIANYAR
BANGLI
KLUNGKUNG
KARANGASEM
BULELENG
TABANAN
JEMBRANA
[Gianyar.Peristiwa] 30.06.2008 17:35
Motif Bali Warisan Leluhur Dipatenkan Warga Asing Celuk, Ratusan pengrajin, seniman, serta desainer di Bali kini resah menyusul dipatenkannya beberapa motif desain asli Bali oleh warga negara asing. Tindakan warga asing yang mempatenkan desain warisan leluhur orang Bali ini membuat seniman, pengrajin, serta desainer takut untuk berkarya.
Salah satu desainer yang ikut merasa resah adalah Anak Agung Anom Pujastawa. Semenjak dipatenkannya beberapa motif desain asli Bali oleh warga asing, Agung kini merasa tak bebas berkarya.
“Sebelumnya, dalam satu bulan saya bisa menghasilkan 30 karya desain perhiasan perak. Karena dihinggapi rasa cemas, sekarang saya tidak bisa menghasilkan satu desain pun,” ujarnya hari ini (30/6).
Agung tidak bisa bebas berkarya karena motif khas Bali yang disebut motif ‘padi’ atau ‘batu mentimun’ yang sering ia gunakan dalam desain perhiasan peraknya selama ini, kini sudah dipatenkan oleh seorang warga Negara asing, yang enggan ia sebutkan namanya.
“Terus terang, saya dan juga seniman,desainer, serta pengrajin saat ini merasa resah dan juga gelisah. Kami takut jika karya yang kami hasilkan, yang menggunakan motif asli Bali, malah menimbulkan masalah karena dianggap melanggar hak paten. Padahal motif ini sudah biasa kita gunakan sejak dulu,” jelas Agung.
Apa yang dirasakan Agung juga dialami Desak Nyoman Suarti, seorang pengrajin perak di Desa Celuk Gianyar. Karena tidak adanya desain kerajinan perak yang baru, produksi kerajinan peraknya kini menjadi terganggu.
“Susah sekarang, kami semuanya khawatir, jangan-jangan nanti beberapa motif asli Bali seperti ‘patra punggal’, ‘batun poh’, dan beberapa motif lainnya juga dipatenkan, ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Jangan menunggu semua warisan budaya kita dipatenkan oleh orang asing,” tegas Desak Suarti.
Baik Agung Anom maupun Desak Suarti berharap agar pemerintah mau lebih memperhatikan dan melindungi ribuan motif desain asli Bali.
Selama ini, desain motif warisan leluhur ini memang belum di daftarkan hak patennya. Aneka motif khas Bali ini bebas digunakan oleh semua seniman dan pengrajin di Bali untuk pembuatan patung, ukiran batu, batik, hingga kerajinan perak. (bob)
suryadiinata
, 15.09.2008 dari 61.247.10.5 : Saya jg prihatin desain Bali dipatenkan asing... tapi dibalik itu sy bingung..apa desain itu asli buatan orang Bali ataui desain itu berasal dari thailand, china, india atau negara laiinya... Bgmana bila ada unsur perpaduan budaya... Contoh nyata adalah pis bolong yg berasal dari China ... Kalau pis bolong dipatenkan oleh china... gmana nasib pis bolong yg diproduksi di Bali yg dipergunakan untuk upacara itu ... Apakah orang di China tidak prihatin hasil karyanya diciplak di Bali???
7
cening_bali
, 12.07.2008 dari 86.96.226.13 : Swatiastu!saya suka semangat Salju!!saya harap para pengrajin Bali juga bersemangat seperti anda!yg lalu biarlah berlalu - ini jadi pelajaran berharga buat mereka, nah sekarang mereka setidaknya memperjuangkan motif bali yg belum dipatenkan orang asing!tapi mereka gak bisa bergerak sendiri, pemerintah setidaknya harus tangan.
6
salju_2000
, 11.07.2008 dari 125.162.131.12 : Sebenarnya ini masalah asalnya dari John Hardy yg mematenkan ratusan motif bali, motif dayak, mega mendung, batik kawung, dll untuk aplikasi silver dan dipakai untuk menghantam pengerajin lokal. Saya harap masyarakat bali bersatu untuk membela seni budaya bangsanya yg dirampok capitalist asing! Fight against Capitalist!
5
salju_2000
, 11.07.2008 dari 125.162.131.12 : Sebenarnya ini masalah asalnya dari John Hardy yg mematenkan ratusan motif bali, motif dayak, mega mendung, batik kawung, dll untuk aplikasi silver dan dipakai untuk menghantam pengerajin lokal. Saya harap masyarakat bali bersatu untuk membela seni budaya bangsanya yg dirampok capitalist asing! Fight against Capitalist!
4
darmayasa
, 01.07.2008 dari 202.47.198.14 : bagaimana dengan kasus balijewel vs john hardy?
3
sigug
, 30.06.2008 dari 124.81.150.146 : suryadinata, pernyataan saudara awak sangat suka, bener2 membuka mata kita, i love that man, cuman masalahnya, kenapa nggak orang bali aja yang matenkan, setidaknya motif itu masih 'milik' kita, masih ada di Bali
2
suryadiinata
, 30.06.2008 dari 125.162.132.30 : kalo sudah begini memang susah...Desak Suarti suaminya orang bule...yang matenkan juga bule..Apa bedanya??? Mungkin suaminya desak Suarti kalah bersaing dg yg matenkan....rnCoba pikir...apa memang betul desain itu punya leluhur kita? Berikutnya leluhur kita yang mana? Apa bisa dipastikan kalo leluhur kita dulu membuat ukiran tidak nyontek dari leluhur orang yang ada di Cina, India atau dimana gitu? Masalahnya..siapa yang lebih dulu dari siapa.... Ah pusiing..terserah dah disana...EGP..
1
sigug
, 30.06.2008 dari 124.81.150.146 : ini tugas gubernur yang baru. buktikan kalo anda memang menjaga Bali dengan kebijakan anda yang tegas.