Beritabali.com, Tabanan. Pemerintah Provinsi Bali diminta untuk mulai mempertimbangkan kebijakan pembatasan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Pembatasan ini terkait daya dukung dan daya tampung Bali sebagai pulau yang kecil.
Anggota Dewan Etik organisasi pariwisata dunia (UNWTO) I Gde Ardika mengungkapkan sangat salah jika ada pandangan kepariwisataan Bali harus mampu menampung sebanyak-banyaknya kunjungan wisatawan. Sebagai pulau kecil sudah saatnya Bali mengedepankan kualitas wisatawan dan bukan lagi jumlah wisatawan.
“Dia arahnya kepada kualitatif, kualitatif ini tidak diartikan semata-mata hanya bagi wisatawan yang memiliki uang banyak yang boleh datang ke Bali, bukan, yang lebih diartikan kualitas wisatawan disini adalah wisatawan yang mampu menghargai tentang nilai-nilai budaya Bali,” tegas I Gde Ardika, Selasa (26/6).
Ardika mengingatkan secara ruang luas Bali sangat terbatas sehingga jumlah kunjungan harus di batasi. Selain itu wisatawan yang datang ke Bali juga harus diseleksi dan harus sesuai dengan konsep pembangunan pariwisata Bali yaitu pariwisata budaya. (mlt)
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.