Beritabali.com, Denpasar. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar meminta masyarakat Bali untuk mengabaikan isu akan adanya gempa berkekuatan besar di atas 7 skala richter yang akan mengguncang Bali.
Gempa besar ini antara lain santer diisukan akan terjadi pada hari ini, Selasa (20/12/2011). Berdasarkan data BMKG, isu tersebut disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sejak 14 Desember lalu melalui pesan singkat atau SMS dan email atau pesan elektronik.
Kepala BMKG Wilayah III Denpasar Wayan Suardana menyatakan adanya prediksi akan terjadinya gempa di Bali sangat tidak masuk akan dan tidak beralasan. Apalagi hingga saat ini belum ada alat yang mampu memprediksikan kapan terjadinya gempa.
“Jadi masyarakat agar tetap waspada dan tidak perlu gelisah, tetap waspada karena kita berada dalam daerah yang rawan bencana. Tidak ada satu alat pun atau metode dan teknologi yang sahih untuk mendeteksi itu, di negara Amerika dan Jepang sekali pun belum punya metode memprediksi kapan terjadinya gempa,” papar Wayan Suardana.
Suardana mengakui Bali memang termasuk dalam kategori daerah rawan gempa. Kondisi ini dibuktikan dengan adanya gempa-gempa kecil di Bali yang terjadi hampir 10 kali dalam sehari, namun goncanganya tidak dirasakan masyarakat karena kekuatan gempa sangat kecil. Gempa-gempa kecil tersebut sangat menguntungkan bagi Bali karena ada pelepasan energi dari bumi sehingga Bali terhindar dari gempa besar yang merusak. (mlt)
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.