Beritabali.com, Tabanan. Kera penghuni alas (hutan) Nenggan, di Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri kelaparan. Akibatnya, tanaman padi petani yang lokasinya bersebelahan dengan Alas Nenggan diserang dan dijarah puluhan kera Alas Nenggan. Selain itu puluhan wanara sampai masuk kampung masuk rumah warga mencari makan.
Agar tanaman padinya selamat dari ancaman puluhan kera, petani setempat menjaga dan siaga 12 jam. Selain membawa ketapel petani setempat juga memanggul senapan angin untuk menakut-nakuti kera.
Gede Ketut Gegel salah satu petani setempat memperkirakan jumlah populasi kera mencapai 200 ekor. "Dulu hanya ada 35 ekor dan satu pejantan. Sekarang populasinya sudah mencapai 200 ekor,"jelasnya Rabu (14/11/2011).
Dikatakannya, Populasi kera itu terbagi dalam tiga banjar (kelompok) yang masing-masing dipimpin seekor raja.
"Kawanan kera kerap masuk kampung hingga Desa Nyambu dan Panda," jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Nyoman Getera, pemangku Pura Yoga yang ada di tengah hutan Tanah Nenggan. Ia membenarkan jika due (kera) masuk
perkampungan. Hal itu terjadi karena populasi kera itu kurang makanan. Terlebih masyarakat juga jarang memberi due pura itu makanan.
Ia berharap pemeritah daerah memperhatikan penghuni hutan Nenggan. Di satu sisi hutan nenggan memiliki potensi untuk dikemabangkan menjadi objek wisata baru.
“Saya yakin kalau potensi ini bisa digarap oleh pemeritah niscaya mampu menambah objek wisata Tabanan. Dan berimbas pada PAD,” jelasnya. (nod)
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.