Tertangkapnya Mucikari di Jembrana.

Komnas Perlindungan Anak Desak Polisi Usut Tuntas Human Trafficking

Kamis, 01 Agustus 2013 Dibaca : 2221 kali
Komnas Perlindungan Anak Desak Polisi Usut Tuntas Human TraffickingSumber Foto : www.infospesial.net (ilustrasi)

Beritabali.com. Negara. Tertangkapnya tersangka Human Trafficking, SDI (30) asal Perumnas BB Agung, Negara penjual tiga orang anak dibawah umur yang masih berstatus pelajar SMA/SMK di Negara kepada Warga Asing  oleh Jajaran Reskrim Polres Jembrana Rabu (31/7) kemarin mendapatkan respon  postisif dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Jakarta.

Ketua Komnas PA, Arist Meredeka Sirait berencana akan ke Jembrana untuk mendesak polisi agar terus mendalami kasus ini. Saat dikonfirmasi lewat handphone Arist Merdeka mengatakan, keseriusan polisi untuk mengungkap kasus perdagangan anak dibawah umur atau human trafficking yang sudah meresahkan masyarakat Jembrana diberi acungan jempol. Namun keberhasilan tersebut jangan sampai merasa berpuas diri.

"Saya sangat bangga dengan kinerja polisi yang sudah menangkap pelaku human traffacking ini, akan tetapi keberhasilan tersebut jangan sampai hanya sampai penangkapan ini saja" ungkapnya.

Terkait dengan hal tersebut, pihaknya dalam waktu dekat akan segera ke Jembrana guna mengawal kasus ini serta mendorong polisi agar lebih serius mengungkap kasus ini.“ Saya harap penangkapan muncikari tersebut, merupakan awal bagi penegak hukum untuk menggungkap kasus serupa yang melibatkan warga asing yang tinggal di Jembrana,"ujarnya.(Jsp)
 

  • Lihat Arsip Berita Lainnya :
  •  

0 Comments

  1. No rows to display

Kirim Komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar. *

Anda belum login sebagai member,

Masukkan username anda

Masukkan password anda

Kirim Komentar Anda


Tidak Terbaca? Klik Untuk ganti text.

Ketik kode keamanan di atas