Temuan Komnas PA

Siswi SMP Jembrana Jadi Korban Bisnis Seks Terselubung

Minggu, 14 Juli 2013 Dibaca : 2982 kali
Siswi SMP Jembrana Jadi Korban Bisnis Seks TerselubungSumber Foto : google/ilustrasi

Beritabali.com. Negara. Isu terkait adanya dugaan kasus Human Trafficking atau perdagangan manusia di Jembrana yang melibatkan salah seorang warga asing asal Jepang yang tinggal di wilayah Jembrana, terhadap belasan anak di bawah umur ternyata mendapat perhatian serius dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).

Untuk mengungkap kasus yang sangat meresahkan ini Komnas PA bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Denpasar dan Jembrana telah melakukan investigasi.

Dari hasil investigasi tersebut, diketahui di Jembrana telah terjadi kasus human trafficking terhadap belasan anak di bawah umur. Bahkan dari temuan, diduga kasus ini dilakukan secara terorganisir dengan baik. Sebagian besar korbannya adalah berstatus pelajar SMP.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, Sabtu (13/7) saat melakukan investigasi bersama LPA Jembrana, Made Sueca Antara di beberapa tempat di wilayah Jembrana.

Dalam kesempatan tersebut Arist juga menyampaikan keyakinannya bahwa di Jembrana sejak beberapa tahun ini telah terjadi perlakuan tidak manusiawi terhadap remaja wanita yang masih di bawah umur dengan dalih pelaku membantu biaya sekolah korban, maupun biaya berobat orang tuannya.

“Tapi buntut-buntutnya korbannya diajak berhubungan intim, bahkan ada indikasi diperjualbelikan sesuai fakta yang kita dapatkan di lapangan,” ujarnya.

Keyakinan ini dapatkan berdasarkan investigasi dan termasuk pengakuan beberapa korban yang sempat dimintai keterangannya. Beberapa korban yang berhasil di temuinya, rata-rata mengaku sempat diajak berhubungan intim oleh warga asing tersebut dengan diberikan imbalan uang antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta lebih.

"Fakta ini saya dapat setelah mendengar langsung keterangan dari korban,” terangnya.

Seluruh korban menurut Arist rupanya kenal dan menjalin hubungan dengan orang asing tersebut melalui orang lain dan ada juga melalui bibinya serta orang tuanya sendiri. Dan hal tersebut dilakukan secara terstruktur.

Terkait dengan temuan tersebut, pihaknya sesegera mungkin menindaklanjuti kasus ini ke ranah hukum guna menyelamatkan anak-anak Jembrana. Yang jelas menurut Arist kedatangannya di Jembrana adalah untuk mencari kebenaran terhadap kasus tersebut.

Dirinya berkeyakinan human trafficking di Jembrana terjadi secara terstruktur. Pihaknya juga mengimbau kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk membuka diri terhadap kasus ini sehingga anak-anak di Jembrana dapat dijamin masa depannya.

Sementara itu Ketua Pokja LPA Jembrana, Made Sueca Antara mengatakan, kesimpulan bahwa di Jembrana telah ada kasus human traffiking tersebut berdasarkan investigasi yang dilakukan pihaknya selama enam bulan lebih.

Dalam melakukan investigasi tersebut, pihaknya selalu berkordinasi dengan LPA Denpasar dan Komnas PA Jakarta.

“Kami akan terus mengumpulkan bukti-bukti termasuk meminta keterangan korban-korban lainnya, sehingga kasus ini benar-benar bisa terungkap,"pungkasnya. (jsp)
 

  • Lihat Arsip Berita Lainnya :
  •  

0 Comments

  1. No rows to display

Kirim Komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar. *

Anda belum login sebagai member,

Masukkan username anda

Masukkan password anda

Kirim Komentar Anda


Tidak Terbaca? Klik Untuk ganti text.

Ketik kode keamanan di atas