Jumat , 24 Mei 2013
 

 
 

 
About Bali

 
Samong, Harimau Bali Terkecil di Dunia
Kamis, 04 Agustus 2011 | 10:08
Dibaca: 4592
10 komentar
|
Share
share facebook share twitter email artikel ini

Sumber Photo :wikipedia

Berita Lainnya

Suwisma Yakin Kalahkan Pastika
PDIP Buka Pendaftaran Calon Gubernur Bali
PDIP Terima Calon Gubernur Bali dari Non Kader


Beritabali.com, Denpasar. Harimau Bali (Panthera tigris balica) adalah sub spesies harimau yang sudah punah dan pernah mendiami pulau Bali. Harimau ini adalah salah satu dari tiga sub-spesies harimau di Indonesia bersama dengan harimau Jawa (juga telah punah) dan harimau Sumatera (spesies terancam).

Harimau Bali merupakan harimau terkecil dari ketiga sub-spesies. Harimau Bali terakhir yang berhasil diambil gambar fotonya adalah seekor harimau yang ditembak mati  pada 1925 di Sumbarkima, Bali Barat. Pada 27 September 1937, ia dinyatakan punah karena kehilangan habitat dan perburuan

Jika tidak punah, harimau Bali yang secara lokal disebut “samong” adalah sebuah kekayaan hayati yang tak ternilai harganya. Ia adalah harimau terkecil di dunia, yang terbesar adalah harimau Siberia.

Berat harimau Bali jantan antara 90 sampai100 kilogram sedang betinanya antara 65 sampai dengan 80 kilogram. Ukurannya ini setara dengan ukuran  seekor leopard atau macan tutul.  

Ukurannya ini adalah sebuah anomali, umumnya semakin menjauh dari katulistiwa semakin besar pula ukuran seekor harimau. Mungkin evolusi ini disebabkan ukuran pulau Bali yang kecil dan memiliki hewan buruan yang lebih terbatas.

Ia memiliki bulu yang pendek, dengan warna oranye gelap. Lorengnya lebih sedikit dari harimau Jawa dan Sumatra, namun diantara loreng-lorengnya terkadang ada tutul tutul kecil hitam. Kekhasan ini menyebabkan terkadang harimau Bali digambarkan memiliki loreng-loreng yang lebih rapat.

Seperti saudaranya harimau Jawa, kepunahan harimau Bali sebagian disebabkan oleh perburuan yang massif semasa zaman kolonial. Konon cara yang paling poluler untuk memburu harimau Bali adalah dengan menggunakan perangkap kaki begerigi dari besi dengan umpan seekor kambing atau menjangan.

Jika telah terperangkap, Harimau Bali  kemudian dieksekusi dengan tembakan senjata api ke arah kepala dari jarak dekat. Hal ini kemudian diperparah dengan wisata perburuan gaya Inggris,  Shikari, yang dilakukan oleh orang-orang Belanda yang datang ke Bali dari Jawa. Sejumlah pemburu mahir berburu harimau sebagai olahraga dengan panduan seorang “mir shirkar”, atau master pemburu yang seringkali direkrut dari suku atau orang pedalaman lokal yang mengenal daerahnya dengan baik.

Klasifikasi ilmiah harimau Bali menurut Schwarz (1912):
Kerajaan: Animalia.
Filum: Chordata.
Kelas: Mamalia.
Ordo: Carnivora.
Famili: Felidae.
Genus: Panthera.
Spesies: Panthera tigris.
Upaspesies: Panthera tigris balica.
Nama trinomial: Panthera tigris balica. (litbang bb.com/wikipedia/berbagai sumber)

Keterangan foto : Para pemburu beserta Harimau Bali hasil buruan mereka. Gambar diambil pada tahun 1925.
 
Dibaca: 4592
10 komentar
|
Share
share facebook share twitter email artikel ini
 
adik (2011-08-04)
wah sayang banget generasi penerus kita tidak dapat melihat harimau terkecil di dunia.....
Mega Kireina Yanti (2011-08-04)
emng kyk gmn harimau kecil itu :O bila perlu share fotonya :D
mudana (2011-08-04)
kayak meong.....
Arta (2011-08-04)
Tidak Bisa Ngeliat Lagi Dong
Snyster (2011-08-04)
jika saja harimau bali tidak diburu secara massal.. mungkin saja populasinya masih ada..!!!
1 2 
 
 
 



Direktori Jembrana
 


Copyright © 2007-2013 Beritabali.com All rights reserved. Design & Maintenance by Bali Web Design RumahMedia