Tokoh Bali Prihatin Rencana Reklamasi Teluk Benoa

Sabtu, 29 Juni 2013 Dibaca : 4656 kali
Tokoh Bali Prihatin Rencana Reklamasi Teluk BenoaSumber Foto : google/ilustrasi

Beritabali.com, Denpasar. Rencana investor untuk membangun sarana wisata dengan mereklamasi teluk Benoa, mengundang keprihatinan tokoh masyarakat Bali. Reklamasi ini dikhawatirkan akan berdampak pada kerusakan lingkungan, seperti yang terjadi pada reklamasi Pulau Serangan.

Keprihatinan ini antara lain disampaikan Tokoh dari Puri Kesiman Denpasar, Anak Agung Kusuma Wardana. Penglingsir atau tokoh Puri Kesiman ini mengaku sudah pernah dihubungi pihak investor terkait rencana reklamasi di Teluk benoa itu.

"Saya sudah pernah dikontak oleh inventor terkait rencana reklamasi itu. Calon investor itu mengaku sudah memegang hak pengelolaan kawasan itu setelah direklamasi,"jelas Kusuma Wardana, di Denpasar, belum lama ini.

Terkait penjelasan investor yang akan mereklamasi Teluk Benoa, Kusuma Wardana mengaku prihatin.

"Waktu itu saya hanya mendengarkan saja penjelasan yang disampaikan. Saya prihatin saja, karena dulu reklamasi sudah merusak Pulau Serangan, sekarang ini ada lagi reklamasi di Teluk Benoa," ujar pria yang akrab dipanggil Turah ini.

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mencurigai adanya indikasi rencana reklamasi pantai di Teluk Benoa. Dimana menurut rencana reklamasi tersebut bertujuan untuk membentuk daratan baru seluas 400 hektar bagi pembangunan wisata alam dan bahari.

Ketua Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali Wayan Gendo Suardana dalam keteranganya saat Dialog Lingkungan Hidup di Denpasar (21/5/2013) lalu  mengatakan, reklamasi di Teluk Benoa tersebut murni demi kepentingan bisnis. Indikasi bahwa akan dilakukanya reklamasi dikuatkan dengan berbagai bukti, salah satunya rencana pembangunan sirkuit di Bali.

“Kuat dugaan, kuat indikasinya ini akan dibangun pulau baru, karena ada pernyataan Menpora mau membuat sirkuit di Bali di antara jalan tol, kemudian ada informasi yang kita dapat di lapangan bahwa mereka sudah mulai sosialisasi ke masyarakat,” ujar Gendo Suardana.

Wayan Gendo Suardana menambahkan, berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan Walhi Bali, reklamasi di Teluk Benoa ditargetkan telah selesai dalam 2 tahun kedepan. (dev/mlt)
 

  • Lihat Arsip Berita Lainnya :
  •  

0 Comments

  1. No rows to display

Kirim Komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar. *

Anda belum login sebagai member,

Masukkan username anda

Masukkan password anda

Kirim Komentar Anda


Tidak Terbaca? Klik Untuk ganti text.

Ketik kode keamanan di atas