Tersedia, Layanan Ngaben Paket Hemat

Minggu, 15 April 2012 Dibaca : 2041 kali
Tersedia, Layanan Ngaben Paket HematSumber Foto : google.com/ilustrasi

Beritabali.com, Denpasar. Upacara Ngaben atau kremasi jenazah di Bali selama ini sering diidentikkan dengan upacara mahal atau berbiaya tinggi. Untuk menepis anggapan itu, seorang warga Kota Denpasar kini menyediakan layanan Ngaben Paket Hemat atau Ngaben PaHe.

Layanan Ngaben PaHe atau Ngaben Paket Hemat ini ditawarkan Jero Mangku Wayan Candra, warga Sesetan Denpasar. Wayan Candra selama ini juga dikenal sebagai seniman pembuat ogoh-ogoh terkenal di Bali.

Layanan Ngaben Paket Hemat ini sudah disediakan Wayan candra sejak tiga tahun terakhir. Untuk satu jenazah yang diaben atau kremasi, Wayan Candra mematok tarif Rp 9 juta hingga Rp 11 juta.

"Ini sudah termasuk biaya kompor (alat membakar jenazah), banten (sesajen), wadah jenazah, termasuk pemangku (pendeta) nya. Keluarga yang mau diaben tinggal menyiapkan lokasi upacaranya, sisanya kami yang urus semuanya,"jelas Wayan Candra belum lama ini.

Harga di atas, kata Wayan Candra, bisa ditekan lebih murah lagi, sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarga yang akan diaben.

"Bisa ditekan lebih murah lagi, tergantung kondisi ekonomi keluarga yang diaben, yang penting semuanya sesuai dengan tata cara upacara pengabenan secara agama Hindu. Kami bisa sediakan paket ini dalam waktu yang cepat. Kami juga siap memberi konsultasi soal sarana upacara Ngaben yang digunakan," ujar Candra.

Untuk layanan Ngaben Paket Hemat ini, Wayan Candra mempunyai tim pekerja yang sudah profesional. Semuanya mengerjakan tugas masing-masing seperti tim untuk membuat wadah jenazah, tim untuk membuat banten atau sesajen, tim yang menyiapkan kompor pembakar jenazah, dan tim untuk konsultasi upacara.

"Semuanya sudah ahli di bidang masing-masing, pokoknya keluarga yang akan diaben tinggal datang ke kami, sisanya kami yang urus,"ujar Wayan Candra yang juga seorang pemangku ini.

Meski belum lama menggeluti usaha ini, Wayan Candra mengaku sudah kebanjiran order. Sebagian besar berasal dari kalangan tidak mampu, baik dari Kota Denpasar, maupun dari kabupaten lainnya di Bali.

"Saya hanya mau membantu warga yang ingin menggelar upacara Ngaben untuk saudaranya dengan dana terjangkau. Jangan sampai nantinya ada anggapan biaya upacara Ngaben di Bali itu amat mahal dan orang takut beragama Hindu karena upacara berbiaya tinggi itu,"ujarnya. (dev)

  • Lihat Arsip Berita Lainnya :
  •  

0 Comments

  1. No rows to display

Kirim Komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar. *

Anda belum login sebagai member,

Masukkan username anda

Masukkan password anda

Kirim Komentar Anda


Tidak Terbaca? Klik Untuk ganti text.

Ketik kode keamanan di atas