STMIK Primakara Denpasar

TIK Dalam Bidang Pendidikan

Rabu, 10 April 2013 Dibaca : 2705 kali
TIK Dalam Bidang PendidikanSumber Foto : Beritabali.com/ist

Beritabali.com, Denpasar. Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) dewasa ini berkembang cepat dari waktu ke waktu. Oleh karena itulah para cerdik-cendekia sepakat pada suatu argumen, bahwa informasi memudahkan kehidupan manusia di berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan.

Setiap Manusia tidak bisa lepas dari bidang pendidikan yang sebenarnya juga merupakan kegiatan informasi, bahkan dengan pendidikanlah informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dapat disebarluaskan kepada generasi penerus suatu bangsa.

Pengaruh dari TIK terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran telah mengalami pergeseran. Menurut Marc J. Rosenberg, Ph.D, seorang pakar e-learning, ada lima pergeseran di dalam proses pembelajaran yaitu (1) Pergeseran dari pelatihan ke penampilan, (2) Pergeseran dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) Pergeseran dari kertas ke tanpa kertas (paperless), (4) Pergeseran fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja (network), (5) Pergeseran dari waktu siklus ke waktu nyata.

Dari Pelatihan ke Penampilan.

Pergeseran pertama adalah dari sisi teknik penyampaian materi yang dulunya pembelajaran itu hanya berupa latihan-latihan yang diberikan secara lisan oleh guru kepada murid, kini sudah berkembang jauh akibat adanya TIK. Kini guru harus mampu membuat media-media pembelajaran yang memberikan tampilan yang menarik dan mampu meningkatkan semangat belajar siswa.

Kini siswa tidak hanya menerima pengarahan secara lisan dari guru tetapi siswa dapat melihat sendiri dari media yang diberikan oleh guru tentang apa yang harus mereka pelajari atau kerjakan.

Kehadiran aplikasi presentasi dan pengolahan multimedia membuat materi pembelajaran untuk siswa semakin menarik dan informatif. Disini seorang guru juga diharapkan menguasai aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan pembuatan materi pembelajaran dan pihak sekolah menyediakan sarana untuk mempresentasikan di kelas.

Dari Kelas ke Dimana dan Kapan Saja.

Pergeseran kedua adalah lokasi pembelajaran yang umumnya dilakukan di ruang kelas kini sudah berkembang di lakukan di luar kelas. Kehadiran teknologi internet dan berkembangnya social media menyebabkan pembelajaran dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Pergeseran ini memungkinkan guru bisa lebih fleksibel, selain materi pembelajaran di kelas, seorang guru bisa memanfaatkan Internet untuk mendistribusikan materi pelajaran kepada siswa sehingga siswa bisa mengakses materi di rumah atau dimana saja melalui internet, hal ini akan membuat siswa tidak jenuh dan semangat belajar akan meningkat.



Pergeseran dari ruang kelas ke dimana dan kapan saja ini melahirkan sebuah pola   pembelajaran yang disebut e-learning. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan siswa untuk belajar melalui komputer di tempat masing-masing tanpa harus secara fisik hadir di kelas.

Setelah e-Learning, berkembang juga m-Learning atau Mobile Learning, yang merupakan model pembelajaran yang dilakukan antar tempat atau lingkungan dengan menggunakan teknologi yang mudah dibawa pada saat siswa berada pada kondisi mobile/ponsel. Dengan berbagai potensi dan kelebihan yang dimilikinya, m-Learning diharapkan akan dapat menjadi sumber belajar alternatif yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses dan hasil belajar siswa.

Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara online baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara offline menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya siswa dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di mana saja siswa tersebut berada.

Perkembangan social media khususnya twitter memungkinkan seorang murid mengikuti banyak guru atau yang dikenal dengan follower. Sedangkan seorang Guru dimungkinkan melakukan Kultwit (kuliah twitter) dimana saja dan kapan saja untuk mendistribusikan pengetahuannya kepada seluruh followernya.

Dari Kertas ke Tanpa Kertas.

Pergeseran ketiga terkait erat dengan pergeseran kedua, dimana dengan pola e-learning materi pembelajaran tidak dalam bentuk kertas namun dalam bentuk digital (e-book). Walaupun demikian buku tidak akan tergantikan oleh e-book yang sekarang sedang meningkat popularitasnya. Tapi dengan adanya e-book, guru ataupun siswa akan mampu menekan biaya pendidikan yang diperuntukan untuk membeli buku-buku pelajaran. Pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional telah menerbitkan Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload di http://bse.depdiknas.go.id/ .

Dari Fasilitas Fisik ke Fasilitas Jaringan Kerja

Pergeseran berikutnya adalah semakin berkurangnya fasilitas-fasilitas yang berbentuk fisik seperti papan tulis, buku tulis dan alat tulis. Fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh internet seperti e-book, e-mail, blog dan social media lainnya akan memiliki peran penting bagi pendidikan di masa kini dan yang akan datang. Fenomena situs jejaring seperti Facebook, Twitter dan Youtube juga sangat potensial digunakan untuk proses pembelajaran antara guru dan murid, dengan sentuhan kreatifitas, situs jejaring akan menjadi kelas maya.

Dari Waktu Siklus ke Saat Ini Juga

Pergeseran terakhir adalah semakin cepatnya seorang siswa memperoleh materi pembelajaran. Tanpa harus menunggu periode waktu pembelajaran siswa bisa mendownload masteri-materi yang akan mereka terima di waktu mendatang. Adanya materi-materi dalam bentuk video on demand juga memungkinkan siswa memperoleh materi secara real time. Demikian juga halnya dengan evaluasi pembelajaran, saat ini sudah dimungkinkan evaluasi pembelajara secara rela time. Siswa yang mengikuti ujian tertentu bisa secara online dan hasilnya bisa diketahuai saat itu juga.

Kesimpulan

Dengan mengetahui pergeseran-pergeseran dalam proses pembelajaran maka dapat disimpulkan bahwa TIK merupakan sebuah bagian yang tak dapat dipisahkan lagi dari dunia pendidikan. Dampak dari TIK terhadap proses pembelajaran adalah adanya media komunikasi dalam pembelajaran yang efektif (Komputer dan Internet), interaksi antara guru dan murid dapat berlangsung tanpa tatap muka serta dengan TIK, guru dan siswa dapat mengembangkan wawasan lebih luas melalui berbagai sumber di Internet.


oleh: I Putu Agus Swastika, M.Kom | @guslongbanget | STMIK Primakara Denpasar

Sumber gambar: blog.creatinemarketing.com
(Adv)

  • Lihat Arsip Berita Lainnya :
  •  

0 Comments

  1. No rows to display

Kirim Komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar. *

Anda belum login sebagai member,

Masukkan username anda

Masukkan password anda

Kirim Komentar Anda


Tidak Terbaca? Klik Untuk ganti text.

Ketik kode keamanan di atas