Datangi Sekar Tunjung Center

Jerinx SID Tagih Janji Pastika Benahi Kuta

Selasa, 09 April 2013 Dibaca : 2950 kali
Jerinx SID Tagih Janji Pastika Benahi KutaSumber Foto : google.com

Beritabali.com, Denpasar. Drummer grup band Superman Is Dead (SID), Jerinx mendatangi Sekar Tunjung Center (STC), posko pemenangan Made Mangku Pastika pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 15 Mei 2013.Jerinx yang datang bersama pemuda Desa Adat Kuta itu menagih janji Made Mangku Pastika atas delapan butir terkait permasalahan Kuta yang telah disampaikannya beberapa waktu lalu saat temu warga (simakrama) di wantilan DPRD Bali.

"Saya ke sini untuk menanyakan tindak lanjut butir-butir yang pernah kami sampaikan beberapa waktu lalu," kata Jerinx, Rabu (9/4/2013).

Saat bertemu, Gubernur Made Mangku Pastika bertanya kepada Jerinx dan teman-temannya.

"Sekarang saya tanya, apa yang kalian inginkan?" tanya Pastika.

Ditanya begitu, Jerinx menjawab jika kedatangannya ingin meminta ketegasan Pastika soal butir-butir yang pernah disampaikannya itu.

"Kami ingin meminta ketegasan soal butir-butir yang kami minta," tegas Jerinx.

Tiap pagi, kata Jerinx, anak-anak sekolah melihat pemandangan orang-orang yang mabuk saat mereka hendak berangkat ke sekolah.

"Pemandangan anak-anak sekolah pagi-pagi melihat orang mabuk," tuturnya.

Mendapat jawaban itu, Pastika mengaku siap memfasilitasi dengan pihak terkait.

"Kalau itu mau kalian, yang penting jangan sampai bentrok dengan Penglingsir (tokoh adat) dan orang-orang yang mencari makan di sana," kata Pastika.

Pastika menjelaskan, apa yang disampaikan Jerinx dan rekan-rekannya itu sesungguhnya persoalan klasik.

"Yang Anda sampaikan itu sebetulnya persoalan lama. Sejak dulu itu. Kalau masalah di Kuta saya prihatin. Saya jalan malam hari, tidak ada Bali-nya. Saya tanya, gimana ini, kok jadi berubah begini. Bau dupa tidak ada. Yang ada alkohol," imbuhnya.

Pastika mengaku tak mau disalahkan dalam perubahan drastis yang dialami Kuta.

"Saya pergi meninggalkan Bali tahun 1963 dan datang tahun 2002. Jadi, saya tidak ikut salah atas kerusakan Bali loh. Saya bukan tidak mau disalahkan. Saya pergi transmigrasi. Mohon maaf, saya diperlukan di tempat lain," jelas Pastika.

Untuk melakukan perubahan itu, Pastika menginstruksikan agar hal itu dilakukan dari dalam.

"Itu dari dalam, dari kelian sendiri. Saya prihatin banget. Kita atur waktunya, saya atur waktu dengan bupati. Ini harus diterima. Ini anak-anak yang peduli. Ini karena kerakusan kita kepada materi. Yang jadi Ida Bhatara adalah duit," imbuh dia.

"Kuta jangan diubah. Pertahankan sedikit Bali-nya. Yang pertahankan itu terdapat peran desa pakraman, kelian, pecalang, prajuru, teruna-teruni dan pemerintah. Bupati yang harus melarang. Bongkar kalau perlu. Hotel Stone itu tak ada arsitektur Bali-nya. Waktu itu mau diresmikan Presiden. Saya bilang jangan mau. Akhirnya cuma meresmikan HIPMI lalu pulang," jelas mantan Kapolda Bali itu. (bbn/dev)

  • Lihat Arsip Berita Lainnya :
  •  

0 Comments

  1. No rows to display

Kirim Komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar. *

Anda belum login sebagai member,

Masukkan username anda

Masukkan password anda

Kirim Komentar Anda


Tidak Terbaca? Klik Untuk ganti text.

Ketik kode keamanan di atas