Beritabali.com, Denpasar. Manajemen hotel di Bali diingatkan untuk menghentikan perang harga yang menyebabkan pariwisata Bali dihargai sangat murah.
Sebab perang harga hanya akan menyebabkan Bali sulit untuk mewujudkan pariwisata berkualitas dan mendapatkan wisatawan berkualitas.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan akibat perang harga telah menyebabkan pariwisata Bali hanya menjadi pariwisata masal.
Apalagi selama ini tidak jarang harga kamar hotel berbintang dijual terlalu murah karena tidak adanya standar harga yang jelas.
“Misalnya hotel bintang 5 tidak boleh kurang dari sekian, bintang 4 tidak boleh kurang dari sekian, jadi pemerintah memungut pajaknya dari itu, misalnya tidak boleh kurang dari 400 dolar, untuk bintang 5 misalnya, pajaknya harus diambil dari 400 dolar itu, mau di jual 200 dolar biarkan saja, dia yang rugi,” tegas Made Mangku Pastika, Jumat (6/7/2012).
Pastika mengakui selama ini bertambahnya jumlah hotel yang tidak terkontrol telah menyebabkan perang harga yang menyebabkan harga sewa kamar hotel terus menurun.
Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali jumlah kamar hotel di Bali saat ini mencapai sekitar 65.000 kamar. (mlt)
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.