Sabtu , 26 Mei 2013
 

 
 

 
Peristiwa

HIV/AIDS di Buleleng Hampir Tembus 1.200 
Cewek Kafé dan 'Dakocan' Positif Tertular
Kamis, 01 September 2011 | 22:17
Dibaca: 2738
10 komentar
|
Share
share facebook share twitter email artikel ini

Sumber Photo : google.com/ilustrasi

Berita Lainnya

205 Warga Buleleng Terjangkit HIV/AIDS
Penderita HIV/AIDS di Bali Meningkat
ODHA dan Waria Tanam Ratusan Pohon


Beritabali.com, Singaraja. HIV/AIDS di Kabupaten Buleleng di akhir bulan Agustus 2011 menembus angka 1.200 penderita. Bahkan penyebaran virus mematikan tersebut kini bergeser dari Kecamatan Gerokgak ke wilayah Kota Singaraja. Yang mengejutkan, tiga orang Waitress atau pelayan Café serta seorang 'Dakocan' atay 'Dagang Kopi Cantik' positif tertular penyakit mematikan ini.
 
Penyebaran keganasan virus HIV tersebut dari catatan Komisi Penanggulangan Aids Daerah, KPAD Buleleng dan Yayasan Citra Usada Indonesia merata di 9 Kecamatan di Kabupaten Buleleng. Kecamatan Buleleng berada di bagian teratas dengan mencatat 280 penderita HIV/Aids dan Kecamatan Gerokgak di kedua dengan jumlah 208, serta Kecamatan Sawan diurutan ke tiga dengan jumlah penderita mencapai 167.
 
“Dalam jangka waktu sebulan terakhir, rata-rata di Buleleng dari tiga kecamatan tercatat 58 warga yang sudah positif, termasuk satu orang yang sering mangkal di dagang patokan atau dakocan. Kondisi ini sebuah fenomena gunung es sehingga perlu diwaspadai,” ungkap Koordinator YCUI Buleleng, Ricko Wibawa dan Ketut Sukiarta, Kamis (1/9).
 
Selain dakocan, dalam sebulan terakhir juga diketahui tiga orang waitress atau cewek Kafé di Buleleng yang bekerja secara tidak tetap di beberapa kafé di Lovina, Singaraja dan Seririt juga terindikasi tertular. Bahkan ketiga waitress kafé tersebut kerap meladeni pelanggannya termasuk memberikan pelayanan plus ke hotel.
 
“Ini yang sangat kita takutkan, karena ada indikasi tiga waitress Kafé juga positif terjena virus HIV dan orang-orang ini bekerja secara pindah-pindah dari satu kafé ke kafé yang lain termasuk bisa dibooking,” papar Sukiarta.
 
Langkah antisipasi dengan kondisi yang terjadi di Kabupaten Buleleng melalui pengawasan nampaknya masih menjadi kendala, sehingga penambahan jumlah korban penyebaran virus HIV/Aids di Kabupaten yang terletak di Bali Utara itu akan semakin bertambah.

” Kita tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pengasawan terhadap orang-orang yang sudah terkena dan kita hanya bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan pola hidup secara sehat,” ungkap Ketua KPAD Buleleng, Made Arga Pynatih yang juga Wakil Bupati Buleleng.
 
Berdasarkan data pada KPAD Buleleng disebutkan, hampir 85 persen penyebaran HIV/Aids di Buleleng disebabkan akibat kontak langsung dengan penderita melalui hubungan seksual, sisanya disebabkan penyalahgunaan narkoba melalui jarum suntik. (mds)
 
Dibaca: 2738
10 komentar
|
Share
share facebook share twitter email artikel ini
 
Polisi Tidur (2011-09-02)
selama aparat tidak tegas mengatasi masalah ini, niscaya BALI akan hancur. Kafe liar, salon esek-esek, lokalisasi, rumah bordir dan hotel-hotel melati yang menyediakan fasilitas esek-esek liar dimana oknum aparat juga ikut bermain, kita tunggu saja 5 tahun kedepan, masyarakat bali akan hancur. Ini salah satu modus operandi untuk menghancurkan masyarakat bali. WASPDALAH WASPDALAH WASPADALAH....
Wayan Subagya (2011-09-02)
@gede singaraja: gak boleh begitu pak, itu masalah etika. Kasihan mereka yang terkena virus tersebut, dampaknya mereka nanti akan dikucilkan oleh lingkungan. Menurut saya, sumbernya adalah ada di kafe remang-remang atau liar. Buatkan aturan yang ketat di setiap kafe-kafek, disini letak sumber masalahnya. Saya miris juga mengetahui kalau para pelaku sudah mulai masuk ke lingkungan penduduk. Ini sangat berbahaya sekali.
Gd Arjana (2011-09-02)
@Wayan Subagya.. saya lebih setuju dgn cara gede singaraja. Harus tegas demi kebaikan generasi muda Buleleng.
Rah De (2011-09-02)
sebentar lagi akan datang penghuni2 kafe yang baru dari luar, Bali tidak saja sesak dengan kepadatan penduduk tapi juga virus HIV semakin menyerang ke desa2, liu jeleme tawah2 teke ke Bali. mohon pemerintah serius
banci tobat (2011-09-02)
salon, panti pijat, diskotik, hotel, tempat biliar, kafe remang2 harus sering di datangi petugas tapi sayangnya petugas juga ikut berada di balik tempat2 tersebut
1 2 
 
 
 



Direktori Buleleng
 


Copyright © 2007-2013 Beritabali.com All rights reserved. Design & Maintenance by Bali Web Design RumahMedia