• Anda Ingin Beriklan di sini ? Hubungi Kami : 0361-426623 atau melalui Email : marketing@beritabali.com
DENPASAR
BADUNG
GIANYAR
BANGLI
KLUNGKUNG
KARANGASEM
BULELENG
TABANAN
JEMBRANA
[Denpasar.Peristiwa] 24.11.2009 19:50
Sehari, Tiga Mati Konyol Di Jalan Raya Beritabali.com, Denpasar, Sungguh tragis! dalam sehari, tiga nyawa melayang sia sia, akibat kecelakaan lalulintas di jalan raya. Para korbannya kebanyakan para pelajar berusia 16 tahun.
Kesadaran berlalulintas sangat dibutuhkan untuk memberikan keselamatan diri sendiri. Jika tidak, bahaya akan mengancam setiap waktu.
Fakta teranyar yang berhasil dihimpun, rata-rata penyebab kematian karena bersikap ugal-ugalan di jalan raya dan kurangnya disiplin berlalu-lintas.
Dengan kondisi seperti, yang dibutuhkan adalah menempatkan standar keselamatan yang akan dirumuskan dalam kurikulum di sekolah.
Menurut Direktur Lantas Polda Bali Kombes Bambang Sugeng, kondisi lalulintas sekarang ini sangat memprihatinkan. Bayangkan saja, dalam sehari sedianya, dua hingga 3 nyawa melayang sia sia di jalan raya. Mayoritas yang meninggal di jalan raya berusia 16 tahun hingga 24 tahun.
“Kecelakaan dikarenakan tidak ada disiplin pengguna jalan,” ungkapnya. Tak hanya itu, factor penyebab terjadinya kecelakaan akibat bertambahnya jumlah kendaraan yang setiap tahun meningkat. Rinciannya, pertambahan kendaraan bisa mencapai lebih dari 7.000 unit per bulan dengan 5.000 unitnya adalah kendaraan roda dua.
Dijelaskannya lagi, kondisi jalan lebar yang sudah sangat maksimal, juga sangat berpengaruh terhadap keselamatan pengendara.
Didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar, Kombes Bambang mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi jatuhnya korban akibat kecelakaan lalulintas. Yakni menyusun draf soal standar keselamatan dalam berkendara yang akan dimasukkan dalam kurikulum di sekolah.
Ditegaskannya Draf untuk itu sudah ada, tinggal MoU saja.
“Pendekatan dengan Dinas Pendidikan Bali agar bisa memasukan program lalu lintas dalam kurikulum sekolah juga sudah kita lakukan,” tuturnya. (Spy)
dika
, 01.12.2009 dari 75.152.165.128 : Pak Kombes bukannya pengetahuan berlalulintas didapat ketika tes mendapatkan SIM?oh iya! tidak ada yg ikut tes karena SIM-nya bisa diurus lewat belakang dan calo karena birokrasi pengurusan yg bertele-tele.jadi kalau mau cari solusi jangan yg terlalu jauh,yg dekat2 dulu, program SIM kelilingnya bagaimana?
1
harika
, 24.11.2009 dari 86.96.229.86 : pak polisi sebaikana menetapkan undang2 yang beraku seperti membatasi terjadina over speed di jln raya,,kalo ada yg melanpoi bats speed yg diundang2 lebih baek di tilng,,itu jg sngt membantu,,undang2 ini berlaku diluar negeri,,dan ketertiban sangt terjaga di luar negeri,kmungkinn kalo di bali diterapkan akn sngt membantu,,,keselamtn pengendara!!