[Jembrana.Peristiwa] 16.11.2009 13:43
Adu Jangkrik, Ardana Tewas
Beritabali.com, Mendoyo, Jalur setan Denpasar-Gilimanuk kembali meminta tumbal nyawa. Kali ini, nyawa Gusti Putu Ardana (37) tidak terselamatkan setelah mengalami kecelakaan adu jangkrik di jalan poros Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Dusun Tengah, Mendoyo Dauh Tukad, Mendoyo.
Dari informasi yang dihimpun, Senin (16/11), kecelakaan yang menewaskan warga Dusun Tegal Asih, Batuagung, Jembrana ini berawal ketika Ardana mengendarai sepeda motor DK 2137 WN dengan membonceng kerabatnya, Gede Subaga (36) melaju dari arah timur.
Setibanya di lokasi dengan medan jalan lurus datar, Ardana hendak mendahului truk tak dikenal sehingga mengambil jalur agak ke kanan.
Sayangnya, Ardana kurang memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya lantaran dari arah yang berlawanan meluncur sepeda motor DK6949 WL yang dikendarai Gede Mertayasa (24), warga Lingkungan Biluk Poh, Tegal Cangkring, Mendoyo. Kecelakaan adu jangkrikpun tidak terhindarkan.
Akibat kerasnya benturan, Ardana mengalami luka serius pada kepala, robek lutut kiri dan mengalami pendarahan dari hidung. Upaya maksimal paramedis di RSUD Negara tidak mampu menyelamatnya nyawa Ardana dan meninggal dunia di RSU Negara.
Kedua korban lainnya, yakni Subaga mengalami lecet pipi kiri, robek telunjuk tangan kanan, robek jempol kaki kanan sedangkan Mertayasa mengalami nyeri lengan tangan kanan dan bengkak punggung tangan kiri.
Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Nyoman Nuryana seijin Kapolres Jembrana, AKBP R Ahmad Nurwakhid ketika dikonfirmasi, Senin (16/11) membenarkan kejadian tersebut. “Kasus tersebut masih kami tangani,” tandasnya. (dey)
|